09 June 2015

Koes Plus ngamen di Sidoarjo



Di usianya yang sepuh, Yon Koeswoyo masih mampu menyanyi dengan suara lantang sambil main gitar. Pentolan Koes Plus asli yang tersisa ini manggung di Alun-Alun Sidoarjo pada hari Minggu 7 Juni 2015. Ribuan penonton berjubel di konser pagi untuk merayakan ulang tahun ke-8 SBO TV Surabaya itu.

Koes Plus yang asli praktis sudah tidak ada lagi. Sepeninggal Tony Koeswoyo pada 1987, grup yang berangkat dari Koes Bersaudara pada 1960 ini oleng. Karakter Koes Plus tergerus karena rohnya memang ada di Tony sang maestro, komposer, arranger, pimpinan band.

Personel sisa kemudian mencoba melanjutkan dengan mengajak beberapa musisi terkenal macam Deddy Dores atau Abadi Soesman. Tapi tidak pernah bertahan lama. Meninggalnya drummer Kasmuri, yang bukan keluarga Koeswojo, praktis membuat Koes Plus tamat. Hanya Yon yang mencoba membawa nama Koes Plus agar band ini laku dijual.

Maka, sejak 2004 Koes Plus ini sejatinya cuma band beranggota Danang (gitar, keyboard), Sony (bas), dan Seno (drum) untuk mengiringi Yon Koeswoyo menyanyi. Tapi, karena vokal Yon sangat dominan, khas Koes Plus, meskipun sering fals, orang tetap saja menganggap band Koes Plus. Lagu-lagu yang dibawakan Yon pun 100 persen lagu Koes Plus.

Bagi penggemar musik lawas, kehadiran Yon Koeswoyo tetap saja dianggap Koes Plus. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah pun sempat menggantikan tugas Yon untuk membawakan beberapa lagu seperti Kisah Sedih di Hari Minggu, Bis Sekolah, Bujangan. "Koes Plus ini band yang luar biasa. Nggak mudah bisa bertahan di industri musik sejak 1960an sampai sekarang," kata Saiful yang memang penggemar Koes Plus.

Yon Koeswoyo tetap menyanyi diiringi tiga musisi yang jauh lebih muda dengan aransemen yang sengaja dibuat sama persis dengan musik Koes Plus di kaset. Tidak ada variasi seperti yang sering dilakukan Abadi Soesman dulu. Yon memang sengaja menghadirkan memori kolektif bangsa tentang kejayaan musik pop lawas itu.

"Bernyanyi, main musik, menghibur pendengar itu seperti rekreasi. Nggak terasa seperti orang bekerja," kata Yon Koeswoyo.

Betapa enaknya bisa terus menyanyi, rekreasi di berbagai kota, dan tetap dibayar. Yon Koeswoyo ini benar-benar menggambarkan penyanyi tua yang punya banyak penggemar dari kakek hingga cucu.

"Oh penyanyi tua
Lagumu sederhana
Mutunya pun tak ada
Dan.. anehnya... banyak penggemarnya..."

No comments:

Post a Comment