06 June 2015

Barca menang berapa? Indonesia kalah berapa?

Kalau tidak sempat nonton siaran langsung laga Barcelona di televisi, biasanya saya bertanya kepada teman-teman penggemar bola. Bunyi pertanyaannya sama: Barca menang berapa? Messi cetak berapa gol?

Begitu hebatnya Barca, khususnya di era tika-taka Per Guardiola, sehingga kita sulit membayangkan Barcelona bakal kalah di Liga Spanyol. Real Madrid sekalipun sulit menang. Messi juga selalu bikin gol-gol indah. Menang, menang, menang! Itulah habit Barcelona.

Kemenangan Barca, yang kadang terlalu mudah, juga akibat kegagalan pelatih-pelatih La Liga menemukan sistem untuk menghentikan Messi dkk. Bukannya membuat pertahanan berlapis, parkir bus, saya lihat tim-tim La Liga selalu bermain terbuka. Hanya Jose Mourinho yang sengaja mengubah taktik secara ekstrem agar permainan tika-taka, passing game ala Barca, bisa rusak. Itu pun tidak selalu berhasil.

Inilah bedanya dengan tim nasional Indonesia. Kalau tidak sempat nonton siaran langsung atau baca internet, biasanya pertanyaan saya pun standar: Indonesia kalah berapa? Kalah, kalah, kalah... kalah melulu! Itulah kultur pecundang yang melanda timnas asuhan PSSI sejak dulu.

Karena itu, kalau timnas Indonesia sesekali menang lawan Singapura atau Malaysia atau Thailand, kita biasanya terkejut. Kok bisa ya? Jangan-jangan lawan sengaja mengalah. Jangan-jangan pertandingan itu dijual. Jangan-jangan pemain lawan sudah makan suap. Jangan-jangan sudah diatur.

Bagaimana dengan laga final Liga Champion Barcelona vs Juventus di Jerman malam nanti, 6 Juni 2015? Saya ditanya seorang bapak di warung kopi di Gedangan beberapa menit lalu, saya pura-pura tertawa kecil dulu. Saya kemudian mengatakan, "Pertanyaannya bukan skor akhir berapa, tapi Barcelona menang dengan skor berapa?"

Pria asli Sidoarjo itu tidak terima. Soalnya dia ini pendukung berat Real Madrid. Karena itu, dia sangat berharap Juventus mempermalukan Barcelona. Hehehe... Obrolan warung kopi pun makin ramai karena sebagian besar peserta ternyata menginginkan agar Juventus yang juara.

Meskipun bukan pengamat bola, sejak dulu saya perhatikan Barcelona ini terlalu bagus untuk dikalahkan tim-tim lain di Spanyol. Bahkan tim-tim Inggris, Jerman, Italia, Prancis... pun kesulitan meladeni penguasaan bola yang nyaris sempurna dari Messi dkk. Barca seperti asyik bermain sendiri dengan lawan yang kelasnya jauh di bawah.

Ini juga yang membuat La Liga sangat tidak menarik. Apa menariknya menonton pertandingan bola, yang dimulai pukul 01.30, ketika semua orang terbuai mimpi, sementara hasilnya sudah bisa diketahui: Barcelona dan Real Madrid yang akan menang? Dan Messi merajalela plus bikin gol?

Ini pula sebabnya, sejak dua tahun terakhir saya hanya mau melekan untuk menonton laga el Clasico: Barcelona vs Real Madrid. Laga klasik ini juga makin lama makin tidak menarik karena itu tadi: Barcelona menang berapa? Apalagi Real Madrid sering ganti pelatih dengan sistem permainan yang berubah-ubah.

No comments:

Post a Comment