08 May 2015

RIP Romo Ikwan Wibowo berpulang



Sekitar dua minggu lalu, Mas Bambang yang bertugas di Paroki di HKY, berbisik kepada saya, "Kondisi Romo Ikwan Wibowo di RKZ Surabaya sangat parah. Kita perlu banyak berdoa agar Tuhan memberi mukjizat untuk beliau," kata Mas Bambang, putra Jawa kelahiran Sumatera (pujakesuma), itu.

Kamis 7 Mei 2015, beredar SMS berantai di kalangan aktivis Gereja Katolik di Surabaya. Juga informasi pendek di media sosial dan internet.

"RD Paulus Ikwan Wibowo meningal dunia di Surabaya, pukul 12.50 WIB, 7 Mei 2015, setelah beberapa lama sakit dan baru saja merayakan HUT-nya ke-45. Misa requiem akan berlangsung di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus (HKY) Surabaya, Jumat tanggal 8 Mei 2015 pukul 18.00. Pemakaman pada hari Sabtu dan dimakamkan di Kerkop Puhsarang, Kediri, Jawa Timur."

Selamat jalan Romo Ikwan! Pastor yang selalu dekat dengan umat, khususnya kaum muda. Sang gembala yang ramah ini selalu jadi motivator bagi siapa saja yang curhat. Romo asli Blitar ini pernah menjadi Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Surabaya dan moderator PMKRI Cabang Surabaya. Saat bertugas sebagai pastor Paroki Santo Mateus, Pare, Kediri, pria yang hobi main gitar ini juga menjadi romo vikep Kediri.

Di usianya yang relatif muda, Romo Ikwan punya pengalaman pastoral yang tak bisa dibilang sedikit. Pertengahan 2000an jadi romo rekan di Paroki HKY Surabaya, plus mengurusi kaum muda. Kemudian melayani umat Katolik di Paroki Pare, Kediri. Dari kota besar, romo tidak canggung jadi pastor di desa, menggembalakan umat yang sebagian besar keluarga petani. Pendekatannya yang luwes, tak pilih kasih, membuat Romo Ikwan dijuluki romonya petani di Pare.

Saat dimutasi kembali ke Surabaya, Paroki Katedral HKY, umat Pare ramai-ramai mengantar dengan tiga bus pada 23 September 2011. Banyak umat Pare yang meneteskan air mata ketika ditinggal Romo Ikwan ke Surabaya. "Beliau memberikan kesan yang mendalam di kalangan umat Paroki Pare," kata Pak Valen, pengurus dewan paroki setempat.

Di balik keceriaannya, petikan gitarnya, sosialisasinya ke semua lapisan umat, ternyata Romo Paulus Ikwan Wibowo diserang penyakit ganas yang membuat fisiknya merosot drastis sejak pekan suci Paskah. Meskipun sulit bicara, Romo Ikwan masih sempat menciptakan lagu saat dirawat di RKZ. Beliau sempat menyanyikan lagunya itu dengan suara lirih:

"Buang saja rasa marahmu
Buang saja rasa bencimu
Minta saja pengampunan dari Tuhan
Beri saja kata maafmu,
karena tiada yang sempurna."

Umat Katolik di Keuskupan Surabaya, khususnya yang pernah mengenal Romo Ikwan, tentu saja berdukacita ditinggal sang gembala yang murah senyum ini. "RIP romo.. Tuhan Yesus menyambutmu di Surga.. Amin," tulis Veronica Marharyanti.

Ferry Dwi: RIP for Rm. Ikwan. Beliau sdh menyelesaikan pertandingan sbg pemenang..dan mahkota kemuliaan sdh menanti beliau di rumah Bapa. Amen."

Lawrentius Siangjaya: "Saya dan mama menyampaikan turut berduka cita ... terima kasih romo yang pernah mempersembahkan misa arwah 1 tahun nya papa tahun 2013 yang lalu."

No comments:

Post a Comment