18 May 2015

Orkes Keroncong Gita Nirmala Sidoarjo




Minggu, 17 Mei 2015, rumah Pak Suyadi, 5 tahun, di Perumahan Gelora, depan Stadion Jenggolo, Sidoarjo, berubah jadi ajang konser. Irama keroncong memenuhi kediaman mantan Camat Tanggulangin itu. Suasananya gayeng, santai, kental dengan nuansa kekeluargaan. Mirip acara arisan rutin.

"Yah, ketimbang nggak ada acara di rumah, ya kumpul-kumpul, main keroncong," ujar Pak Suyadi, pimpinan Orkes Keroncong (OK) Gita Nirmala Sidoarjo.

Orkes yang menonjolkan keroncong asli ini berdiri pada 17 Agustus 2012. Tapi sebetulnya Pak Yadi dan kawan-kawan sudah puluhan tahun menggeluti musik keroncong. Nyanyi-nyanyi, latihan bersama, kadang tampil di acara resmi maupun setengah resmi. "Dulu waktu masih dinas sih nggak ada waktu. Tapi dari dulu saya memang senang keroncong," kata Suyadi yang juga ketua RT di perumahannya.

Latar belakang anggota komunitas keroncong, yang makin langka ini, berbeda-beda. Ada yang pensiunan pemkab, dokter, pengusaha, ibu rumah tangga, dan sebagainya. Yang pasti, tidak ada anak-anak muda berusia 20an tahun. Misinya memang ingin melestarikan musik keroncong yang makin keroncongan di era musik digital ini. "Keroncong itu iramanya tenang, bikin ayem," kata Mas Teguh, pemain violin.

Meski awalnya hanya diniatkan untuk mengisi waktu luang, menikmati hobi lama, menurut Pak Yadi, OK Gita Nirmala sering diminta tampil di berbagai acara di Sidoarjo dan Surabaya. Mereka sering mengisi acara di RRI Surabaya dan Radio Siaran Pemerintah Kabupaten (RSPK) Sidoarjo. Pernah juga tampil di acara ulang tahun pemilik butik ternama di Sidoarjo.

"Teman-teman ini punya semangat yang luar biasa. Hujan deras pun tetap datang untuk latihan atau pementasan di Surabaya sekalipun," kata Pak Yadi sambil tersenyum.

Bagi Pak Suyadi, yang paling penting dari orkes keroncong ini adalah semangat kebersamaan dan kekeluargaan di antara anggota. Karena itu, tempat latihan pun selalu bergantian di rumah anggota. "Alhamdulillah, sekarang kami ditawari berlatih sekaligus pentas di RTH Tandjoeng Puri, Lingkar Timur," katanya.

Sutikno, anggota asal Kwadengan, berharap generasi muda di Kabupaten Sidoarjo mau berabung agar musik keroncong tidak hilang ditelan sejarah.

No comments:

Post a Comment