24 May 2015

Musik Rock Berjaya di Surabaya 1990-an

Membaca koran-koran lawas itu seperti membaca sejarah. Kita jadi tahu banyak hal tentang masa lalu yang sebagian besar sudah tidak pas dengan tren saat ini. Juga banyak kenangan tentang band atau artis lama yang kini tinggal kenangan. Artis-artis lawas yang kini jadi kakek-nenek atau telah kembali ke pangkuan ilahi.

Kliping berita Jawa Pos edisi 29 Desember 1989, Jumat Legi, itu berjudul ROCK DOMINASI PAKET JELANG 1990 TVRI. Yang menulis Sugeng Irianto, wartawan senior Jawa Pos yang sudah almarhum. Beliau salah satu guru saya yang telaten membimbing teknik reportase dan menulis konser musik pop, rock, metal, dangdut, dsb. "Dibuat sederhana dan asyik aja. Bikin pembaca seakan-akan menonton langsung konser itu," begitu pesan almarhum Sugeng Irianto.

Nah, secara kebetulan saya menemukan tulisan beliau tentang persiapan menyambut tahun baru 1990 di Surabaya. Cak Ir, sapaan akrab sang wartawan musik ini, menulis sejumlah band dan penyanyi yang mengisi paket old & new di TVRI Surabaya. Surabaya Rock Band. Andromedha. Rock Trickle. Gorella. GM Band.

Kemudian penyanyi Ita Purnamasari. Rita Monica. Nyoman Olly. Dewi Novianti. Paman Dolit yang kocak. Ada juga orkes melayu (dangdut) cewek Ashanti's dan Pink Road. Cak Ir menulis, "Dominannya jumlah kelompok rock rupanya cerminan menjamurnya kelompok-kelompok rock di Surabaya. Bisa juga kita sebut Surabaya adalah kota barometer musik rock di Indonesia saat ini."

Pendapat bahwa Surabaya barometer musik rock di Indonesia itu bukan kutipan pengamat, artis, atau sumber, tapi wartawannya sendiri. Cak Ir memang bilang kalau menulis musik sebaiknya masukkan opini atau pendapat untuk memperkaya tulisan. Jangan cuma menurut si A begini, kata si B begitu, si C berpendapat begini begitu... blablabla....

"Wartawan seni budaya itu kan punya otak dan wawasan. Jangan mau jadi corongnya narasumber thok," pesan almarhum Ir yang juga teman akrab Log Zhelebour, promotor musik rock papan atas dari Surabaya itu.

Membaca tulisan Cak Ir di Jawa Pos lama memang hidup dan asyik. Terasa sekali dia dekat banget dengan artis, musisi, atau promotor yang jadi narasumbernya. Akhirnya, saya baru sadar mengapa dulu Cak Ir ini sering guyon dan cangkrukan bersama George Handiwiyanto yang selama ini saya kenal sebagai pengacara dan ketua himpunan pengusaha hiburan umum di Surabaya. Saya baru tahu, setelah baca klipingan lawas, George ternyata manajer yang mengorbitkan Surabaya Rock Band. Oalahhhh...

Di bawah berita tulisan Cak Ir, ada liputan dari Malang berjudul RIA RESTY FAUZY BERTAHUN BARU DI REGENT'S. Selain Ria Resty, ada paket musik yang menampilkan penyanyi Ira Puspita, Markonah n Dance Group, Dino Magician, serta Star Light Band.

Harga tiket menikmati malam tahun baru 1990 di Regent's Park Hotel Jalan Jaksa Agung Suprapto 12-16 Malang ini Rp 35 ribu (VIP) dan Rp 25 ribu (biasa) per orang. Hari ini, Mei 2015, uang Rp 35000 bahkan tidak bisa dipakai untuk makan di depot sederhana di Surabaya dengan menu gulai kambing plus es teh. Amboi, betapa dahsyatnya inflasi rupiah selama 25 tahun ini!

1 comment:

  1. memang era 80an dan 90an banyak banget grup musik cadas di jatim yg menonjol krn ada promotor kaliber nasional kayak Log zhelebour. dulu rutin diadakan festival musik rock se-Indonesia di stadion tambaksari. sekarang gak ada lagi krn tren musik sudah lama berubah...

    ReplyDelete