26 May 2015

AdSense Selamatkan Blog

Sebelum dimakan facebook, twitter, BBM, instagram... dan entah apa lagi, blog sempat booming sekitar 10 tahun lalu. Orang ramai-ramai memanfaatkan blog untuk menulis semacam diari atau jurnal pribadi. Diari yang dulu rahasia, dibaca sendiri, sejak adanya blog malah jadi konsumsi publik. Bahkan, para blogger kerap mengudang orang lain, dengan segala cara, agar berkunjung ke blognya.

Komunitas blogger tumbuh di berbagai kota, tapi tak bertahan lama. Blogging ditelan media sosial yang sangat interaktif dengan notifikasi yang segera di smarphone. Ciut sana sini, komentar dikomentari, selfie, dsb dsb. Blog pun sempat mati. Blog milik seorang guru jurnalistik kawakan, yang dulu rajin memprovokasi wartawan-wartawan muda untuk blogging, ikut terkapar.

Kalau dulu blog kondang itu penuh artikel bagus, selalu di-update 3-4 kali seminggu, kini sepi jali. Belum tentu ada satu artikel dalam satu bulan. Gurunya jurnalis itu malah aktif di media sosial, khususnya twitter, yang cuma 140 karakter itu. Padahal, beliau itu dulu hampir tiap hari mengecam para jurnalis Indonesia yang sebagian besar tidak mampu menulis panjang.

Rupanya, kelesuan blogging ini disadari Google selaku pemilik blogspot dan beberapa platform blog lainnya. Blog atau website pribadi jangan sampai mati total. Maka harus ada iming-iming alias insentif agar orang mau kembali ngeblog. Iming-iming yang paling ampuh apa lagi kalau bukan duit. Program iklan ala Google Inc dengan sistem PPC pay per click) ini memang terbukti efektif untuk membangunkan jutaan blogger yang mati suri.

"Saya mau hidupkan blogspot saya yang lama. Sudah tidak aktif lima tahun," kata teman asli Surabaya yang juga penulis buku. Harapannya ya blognya bisa lolos AdSense. Kalau nasib mujur, dapat PO yang lumayanlah... meskipun masih kelas recehan.

Ada lagi blogger senior yang menyesal karena sudah lama menghapus blogspot-nya. Dia hijrah ke blog lain yang katanya lebih ciamik, dengan desain yang jauh lebih hidup, ketimbang punyanya Google. Belakangan menyesal karena perusahaan penyedia platform blog itu bangkrut. Blognya ikut hilang dari jagat maya. Lebih menyesal lagi setelah tahu ada program iklan versi Google yang disebut AdSense itu.

"Saya harus mulai dari nol lagi," katanya sendu. Ingin menghidupkan blognya, dengan konten-konten yang bagus dan mendalam, agar bisa ikutan AdSense. "Soalnya, ada teman saya yang PO AdSense-nya sangat tinggi," katanya.

Sayang sekali, demam AdSense ini malah dimanfaatkan begitu banyak blogger, lama dan baru, untuk membuat blog semata-mata untuk AdSense. Bikin blog bukan untuk berbagi informasi, berekspresi, senang-senang, pengisi waktu luang (ketimbang ngelamun), tapi ingin dapat duit banyak dari AdSense. Banyak kiat yang ditawarkan untuk menjebak pembaca, khususnya kategori visitor, agar mengklik iklan AdSense di blognya. Penempatan AdSense pun dibuat sedemikian rupa agar diklik orang.

Demam AdSense yang kebablasan ini tentu saja tidak sehat. Tak hanya pembaca yang jengah, sang blogger pun tak lagi merasakan keasyikan ngeblog.

2 comments:

  1. Goe nolon juga sempat daftar adsense neku dibanned, dari itu te pernah daftar muri...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... mo daftar muri gampang asal mo dore aturan naen... salam nusa tadon lewo belen.

      Delete