15 April 2015

TKW Siti Zaenab Dipancung di Arab Saudi

Siti Zaenab, warga Bangkalan, Madura, baru saja dipancung di Arab Saudi. Wanita 47 tahun ini didakwa membunuh majikan wanitanya pada 1999. Hukum pidana di Saudi tak mengenal grasi dari kepala negara. Yang ada pemaafan dari keluarga korban atau ahli waris.

Nah, putra bungsu sang majikan tak mau kasih ampun. Maka eksekusi pun dilakukan pihak Saudi. Pemerintah bereaksi lewat kemenlu tapi Siti Zaenab sudah almarhumah. Selamat jalan sang pahlawan devisa!

Rupanya, eksekusi mati Mbak Siti ini tidak begitu bikin geger di tanah air. Presiden Jokowi tidak memberikan pernyataan. Statement hanya dari Menlu Retno. Bandingkan dengan Brasil yang warga negaranya dieksekusi mati di Nusakambangan tempo hari. Presidennya bereaksi sangat keras. Bikin manuver diplomatik yang dinilai mempermalukan dubes Indonesia di Brasil.

Lain lubuk lain ikannya! Televisi-televisi kita pun rupanya kurang tertarik membahas eksekusi Siti Zaenab di Arab Saudi. Yang ramai justru pengungkapan ribuan ekstasi milik Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkoba. Kok bisa masih jadi otak pembuatan XTC di dalam penjara? Kok gak taubat aja sebelum dieksekusi? Pengawasan di penjara bagaimana?

Maka, headline koran-koran Jakarta pada 15 April 2015 ini terfokus ke Freddy Budiman. Talkshow di TV juga bahas Freddy. Pak Henry ketua Granat mendesak jaksa agung agar segera mengeksekusi para terpidana mati yang lagi ngantre itu. Termasuk Freddy. Ini momentum untuk membuat jera para bandar macam Freddy ini.

Debat soal hukuman mati sepertinya sudah hilang di Indonesia. Eksekusi mati dianggap hukum positif yang bagus untuk menghabiskan penjahat-penjahat kakap itu. Kalaupun ditunda, itu semata-mata karena ada peringatan Konferensi Asia Afrika. Nggak enak sama para kepala negara asing kalau eksekusi dilakukan sekarang. Apa kata dunia?

Begitulah. Kita di Indonesia sudah kehilangan legitimasi moral untuk memprotes hukuman mati atas TKW di Saudi dan negara-negara lain. Selama hukuman mati masih berlaku di Indonesia, dan pemerintahan Jokowi sangat pro hukuman mati, kita hanya bisa pasrah. Cuma bisa berdoa semoga mendiang Siti Zaenab diberi pengampunan dan tempat yang layak di sisi Tuhan!

No comments:

Post a Comment