13 April 2015

Pilbup Sidoarjo: Saiful Ilah tak ada lawan

Suasana menjelang pemilihan bupati (pilbup) Sidoarjo 2015 ini jauh berbeda dengan lima tahun lalu. Kalau dulu banyak tokoh yang memasang baliho di pinggir jalan, bikin baksos, kampanye terselubung atau terang-terangan, sosialisasi, kali ini sama sekali tidak ada. Saya perhatikan cuma M Sholeh yang pasang baliho di depan Terminal Purabaya, Bungurasih, dan Bundaran Aloha.

"Incumbent (Bupati Saiful Ilah) terlalu kuat. Siapa yang berani lawan. Duit pasti habis miliaran atau ratusan juta tapi pasti kalah," kata seorang kader partai di Sidoarjo.

Saking kuatnya Pak Saiful alias Abah Ipul, banyak orang Sidoarjo (yang melek politik) bilang siapa pun pasangan wakil bupatinya, sang raja tambak itu sulit dikalahkan. Percuma dilawan! Kecuali bagi orang-orang yang ingin latihan ikut pilkada dan mau menghabiskan duit untuk pesta politik lima tahunan. "Lima tahun lagi baru kompetitif," kata teman dari Gedangan.

Abah Ipul memang luar biasa. Orangnya biasa saja, merakyat, merangkak dari bawah, tapi ketokohannya sangat kuat. Beliau ketua PKB Sidoarjo. Tokoh NU. Punya banyak perusahaan. Punya banyak klub olahraga terkenal di Sidoarjo. Jaringannya sulit ditandingi. Meskipun santri, Abah Ipul ini punya kedekatan dengan warga minoritas di Sidoarjo.

"Kita undang Abah Ipul untuk natalan bersama di perumahan pun beliau datang. Kecuali kalau ada urusan penting," kata Mas Agus, pengurus gereja di Sidoarjo.

Maka, jika pilbup diadakan bulan April ini, Abah Ipul bisa menang 80 persen. Lima tahun lalu, dengan kampanye yang minim, kemenangannya sekitar 65 persen. Padahal Abah asli Sawohan ini dikeroyok oleh banyak pasangan calon. Termasuk yang dibiayai perusahaan raksasa di negara ini. Abah Ipul yang lima tahun lalu sempat dianggap sepi oleh sang bupati malah melejit luar biasa.

"Sudahlah, pilkada Sidoarjo itu sudah selesai. Hasilnya kita sudah tahu," kata Pak Khoirul di Gedangan.

Kalaupun ada pilkada serentak pada 9 Desember 2015, itu hanya sebagai formalitas belaka. Sekadar legalisasi dan konfirmasi dari apa yang selama ini kita dengar di warung-warung kopi dari Waru sampai Porong, Taman sampai Tarik, Porong sampai Krembung, Jabon sampai Candi.

Mas Sholeh, warga Krian asli, mantan pentolan PRD, yang sekarang pengacara top, tidak percaya dengan obrolan warung kopi itu. Sholeh justru bertekad maju pilkada untuk menantang Abah Ipul. "Kalau yang lain gak berani, saya yang maju," katanya suatu ketika.

Tadinya saya pikir Mas Sholeh cuma bercanda atau gertak sambal. Eh, dia malah sudah memasang baliho di beberapa titik strategis. Sholeh bilang banyak hal yang perlu dibenahi agar Sidoarjo bisa lebih cepat lagi kemajuannya. "Kalau incumbent-nya kayak Bu Risma di Surabaya, saya pikir-pikir dulu untuk maju," kata advokat yang sering nongol di TV lokal itu.

Yang pasti, partainya Mas Sholeh, Gerindra yang punya 7 kursi, masih penjaringan. Dan dengar-dengar Gerindra malah merapat ke Abah Ipul alias PKB. "Silakan saja Sholeh mengklaim didukung Gerindra. Wong penjaringan aja belum selesai," kata seorang kader Gerindra.

Yang menarik, PDI Perjuangan dengan 8 kursi di DPRD Sidoarjo, partai terbesar kedua setelah PKB, malah makin mesra dengan Abah Ipul. Baru kali inilah Bupati Saiful Ilah yang ketua PKB Sidoarjo memberangkatkan rombongan kader PDIP ke kongres di Bali. "Koalisi abang ijo itu kan bagus," kata Abah Ipul bercanda.

Ayo, siapa berani menantang Abah Ipul di pilbup Sidoarjo?


Sent from my BlackBerry

No comments:

Post a Comment