18 April 2015

Mengenang Orkes Keroncong Suara Delta Utama

Gak nyangka kalau Totok Widiarto, warga Desa Siring, Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang rumahnya tenggelam akibat semburan lumpur Lapindo sembilan tahun lalu itu pernah membuat album musik keroncong. Saya menemukan kasetnya secara tak sengaja di lapak pinggir jalan. "Gila, hebat juga Pak Totok ini," batin saya.

Lagu-lagu keroncong yang syairnya berbau pariwisata. Tentang Sidoarjo yang permai (belum kena lumpur). Kota Surabaya yang indah. Tuban, tanah air Indonesia, dan sejenisnya. Saya pun mendatangi Pak Totok di rumah barunya di Taman Tiara Sidoarjo.

Hehehe.... Pak Totok tertawa ngakak. 

"Saya sendiri sudah tidak punya kasetnya," kata seniman yang juga host acara Napak Tilas di JTV Surabaya itu. Lalu, si korban lumpur ini membawakan sebuah lagu keroncong di kaset itu. Lumayan enak suara Pak Totok. Sayang, rada rusak karena kebanyakan merokok.

"Rekaman keroncong itu kami buat zaman Pak Sugondo menjabat bupati Sidoarjo. Tahunnya saya lupa. Wis lawas banget," ujar Pak Totok sembari menyeduh kopi pahit untuk saya. 

Sugondo menjabat bupati Sidoarjo pada 1985-1990. Pak Gondo ini bupati hebat yang merintis gelanggang olahraga (gelora) di Sidoarjo, dimulai lapangan kolam renang, lapangan tenis, hingga Stadion Gelora Delta yang terkenal itu. Sidoarjo sering jadi tuan rumah event olahraga nasional, bahkan internasional, ya, antara lain berkat rintisan Pak Gondo ini. Pak Gondo juga tokoh olahraga Provinsi Jawa Timur yang sangat disegani. Jatim selalu hebat di PON, ya, berkat Pak Gondo pula.

Artinya, rekaman Orkes Keroncong Suara Delta Utama dengan titel Sidoarjo Kota Permai itu dibuat pada 1980an. Selain Totok Widiarto, nama-nama artisnya Naniek R, Hari Yono, Ollan, Ririn, Yono S, dengan music director Welly. Lagu Sidoarjo Kota Permai diciptakan oleh K Yubi dan Sastro Saidi. Di mana para buaya keroncong Kota Delta itu sekarang?

"Sebagian besar sudah nggak ada lagi (meninggal). Satu-satunya yang masih bisa ke mana-mana ya saya ini. Penyanyinya yang dulu cantik sudah jadi nenek-nenek. Hehehe," ujar Pak Totok dengan gelak khasnya.

Berbeda dengan sekarang, era internet dan media sosial, bikin rekaman keroncong pada tahun 1980an masih menjanjikan. Pak Totok mengaku mencetak 10 ribu kaset di Golden Hand Records, Surabaya. Mus Mulyadi, penyanyi serba bisa asal Surabaya, ikut mengontrol rekaman OK Suara Delta Utama ini. Kualitas penyanyinya pun bagus karena juara Bintang Radio dan Televisi (BRTV) Jawa Timur.

"Proses rekamannya lama banget. Waktu kita habis di studio. Tapi puas karena bisa bikin kaset sampai 10 ribu keping. Nggak gampang lho untuk musik keroncong," katanya.

Bupati Sugondo sendiri waktu itu cukup mengapresiasi rekaman keroncong yang mempromosikan Kabupaten Sidoarjo itu. Buktinya, sebagian kaset itu "diserap" melalui jaringan pemerintah kabupaten hingga kecamatan dan desa. "Pak Gondo tidak kasih duit tapi ikut bantu pemasaran. Dulu memang selalu ada kerja sama seniman dengan pemda," kenangnya.

Meski sukses di pasar lokal, Pak Totok enggan memproduksi kaset keroncong lagi. Sebab, setelah Pak Gondo lengser, kebijakan pemda ikut berubah. Tren musik juga berubah. Banyak orkes keroncong di Kabupaten Sidoarjo yang mati suri atau mati beneran. Termasuk OK Suara Delta Utama. "Kami sudah mencoba melakukan regenerasi penyanyi dan musisi keroncong tapi tidak jalan. Makanya, orkes keroncong cuma diisi orang tua," katanya.

Pak Totok sendiri sibuk dengan kegiatannya di BP7, blusukan ke situs-situs lawas, main musik di mana-mana, tapi bukan keroncong. Instrumen lengkap keroncong pun nganggur di rumahnya yang megah, Desa Siring, Porong, sekitar 300 meter dari pusat semburan lumpur Lapindo. Tak banyak alat musik yang bisa diselamatkan saat tragedi itu terjadi pada 29 Mei 2006. 

"Saya malah sudah lupa kalau pernah bikin rekaman keroncong zamannya Pak Gondo. Untung sampeyan menemukan kaset lawas itu," katanya.

Bagaimana kalau Pak Totok membentuk lagi orkes keroncong di Sidoarjo, yang semua pemainnya anak muda di bawah 24 tahun? "Nggak gampang. Mana ada anak-anak muda sekarang suka keroncong? Saya sih siap saja karena instrumen lengkap masih ada," katanya. 

No comments:

Post a Comment