13 March 2015

Yuk Sidoarjo 1995 Jadi Juragan Kue



Dancing, modeling, culinary. Tiga hal ini sulit dipisahkan dari Afrisia Syarah Devi. Pemegang gelar Yuk Sidoarjo 1995 ini bahkan menjadikan tiga hobi sejak masa kecilnya ini menjadi sumber nafkahnya.

"Sekarang ini saya lebih berat di kulinernya. Saya itu memang hobi memasak sejak kecil. Alhamdulillah, banyak orang yang memesan kue dan masakan saya," ujar Devi, sapaan akrab Afrisia Syarah Devi.

Gara-gara sangat serius di dunia kuliner, wanita berdarah Aceh ini aktif di komunitas Kuliner Sidoarjo. Nama bekennya Devi Klappie. Sebab, sang mantan duta wisata Kabupaten Sidoarjo ini gencar mengunggah foto-foto kue buatannya di media sosial.

"Kuliner Sidoarjo ini punya member seribu orang lebih. Kami juga aktif mengadakan acara kopi darat sesama bakul kuliner," ujar wanita 36 tahun ini seraya tersenyum.

Lantas, bagaimana dengan sanggar tari miliknya di Gedangan? "Tetap jalan. Murid-murid saya juga masih banyak. Tapi aktivitasnya tidak sepadat beberapa tahun lalu," ujar Devi yang membuka kelas tari di pendapa Kecamatan Gedangan.

Kalau dulu Devi lebih sibuk melatih tari untuk anak-anak, sekarang justru banyak orang dewasa yang memintanya memberikan les privat. Beberapa istri pejabat dan pengusaha pun memanfaatkan jasa Devi. Salah satunya istri seorang pimpinan badan usaha milik negara (BUMN). Setelah sang nyonya itu merasa sudah piawai berlenggak-lenggok, sang istri pejabat tampil di sebuah acara kesenian di Jakarta.

"Ibu itu bahagia banget bisa menari di depan banyak tamu. Saya pun ikut senang," tutur penggemar musik rock ini.

Sejumlah sekolah, instansi pemerintah dan swasta, bahkan rumah sakit tak ketinggalan memanfaatkan jasa Yuk Devi sebagai instruktur tari. Segala macam tarian, mulai tradisional, modern, kreasi baru, dilayani Devi. Itu sebabnya, mobilitas ibu tiga anak ini sangat tinggi. Dan itu bisa dipantau via akun media sosialnya.

"Kalau mau order kue ya bisa lewat BBM atau Facebook," katanya seraya tersenyum.

Bagaimana dengan modeling? Yuk Devi belum lama ini bahkan masih sempat mengisi perayaan ulang tahun SBO TV di Graha Pena, Surabaya, bersama beberapa model senior. Tentu saja Dewi yang makin religius ini tidak lagi bebas memeragakan sembarang busana, tapi khusus busana muslim. "Itu cuma acara kangen-kangenan aja. Spontan," kata wanita kelahiran 24 April 1979 ini.

Namun, Yuk Devi tetap setia membagikan ilmu modeling-nya, juga teknik berpose di depan kamera, kepada para murid dancing di Sanggar Clarissa, Gedangan. Sesekali dia juga diajak menjadi juri fashion show di Surabaya dan Sidoarjo. Tiga dunia itu--modeling, dancing, kuliner--benar-benar membuat hidup Devi selalu ceria dan berwarna. Bisnis kulinernya pun lancar jaya. (*)

No comments:

Post a Comment