01 March 2015

Sinlui Choir juara lagi di Bandung

Begitu seringnya menang dalam festival paduan suara tingkat nasional, dan internasional, membuat orang bosan membahas Paduan Suara SMAK St Louis I Surabaya. Beritanya menjadi tidak menarik lagi. Saya yang dulu sering memantau perkembangan choir di Surabaya pun akhirnya kehilangan gairah.

Ini juga menunjukkan bahwa Sinlui Choir stabil dari masa ke masa. Dari zaman TV hitam putih hingga internet, smartphone, dan aneka gadget yang serbacanggih. Anak-anak Sinlui, yang digembleng para guru dengan displin keras, mampu menjaga standar mutu pendidikan di Sinlui. Termasuk paduan suaranya yang masih the best di Indonesia.

Belum lama ini, 1 Februari 2015, Sinlui Choir yang diperkuat 40 anggota keluar sebagai juara festival paduan suara nasional di ITB Bandung. Festival kor dengan standar kelas tinggi di Indonesia. "Sinlui mendapat nilai 80,09 atau gold. Sehingga berhak jadi juara satu
kategori SMA," kata Pak Arie Soeprapto, guru pembina paduan suara SMAK Sinlui Surabaya.

Sukses demi sukses Sinlui Choir memang tak lepas dari tangan dingin Pak Arie. Pria yang hobi fotografi ini sangat tegas dan piawai membentuk suara, meramunya jadi racikan yang indah dalam paduan suara. Saya sulit membayangkan bila Pak Arie tidak berada di Sinlui.

Meskipun sangat sering menang, sudah jadi tradisi, Pak Arie bilang perjuangan anak-anak Sinlui tidak mudah. Mereka harus menyisihkan banyak waktu untuk berlatih. Termasuk mengurangi porsi belajar untuk persiapan ujian nasional. "Anggota senior kali ini banyak yang absen. Kami harus memaksimalkan potensi siswa yang belum pernah ikut festival," katanya.

Pak Arie hanya ingin menyatakan bahwa sesungguhnya materi penyanyi yang dimiliki Sinlui sejatinya sama saja dengan SMA-SMA lain di Surabaya dan kota lain. Sama-sama baru belajar nyanyi, baca not, terlibat di paduan suara. Lalu, mengapa Sinlui selalu melejit jauh di depan?

"Perjuangan yang keras. Disiplin berlatih. Mengeluarkan semua potensi yang dimiliki," kata dirigen senior yang sering memimpin paduan suara saat ekaristi di Gereja Katedral HKY Surabaya itu.

Resep keberhasilan Sinlui yang disampaikan Pak Arie ini sudah biasa kita dengar. Semua dirigen atau pelatih dari dulu juga bilang begitu. Kok kor-kor yang lain sulit mengimbangi kedigdayaan Sinlui Choir? Inilah yang perlu dipelajari kor-kor lain di Jawa Timur.

No comments:

Post a Comment