14 March 2015

Ingrid Fernandez bangkitkan memori NTT di rantau



Saya tidak menyangka bahwa tulisan ringan di blog ini tentang beberapa artis lokal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat respons yang luas. Ada yang menulis komentar, bertanya ini itu, minta kasetnya, atau merepublikasi di media lain.

Kemarin ada lagi orang NTT yang menulis komentar di artikel berjudul Ingrid Fernandez Penyanyi Legendaris NTT. Artikel lamaaa banget yang saya tulis pada 18 Februari 2008 di Kota Malang. Saat itu saya mampir ke lapak kaset-kaset bekas di luar Stadion Gajayana yang terkenal itu. Secara tak sengaja ketemu kaset Ingris Fernandez.

Ternyata tidak bisa diputar karena pitanya sudah mbulet tak karuan. Tapi sampul album Putus Cinta itu menambah referensi saya tentang artis lokal asal Larantuka, Flores Timur, yang sangat terkenal itu. Oh, Ingris ternyata pernah bikin album pop dengan garapan musik Bartje van Houten, gitaris grup The Lloyd yang juga sangat beken di masanya. Selama ini orang NTT macam saya hanya tahu kalau Ingrid itu spesialis membawakan lagu-lagu daerah dan pop NTT. Album paling terkenal tentulah Flobamora bersama De Rozen Group.

Ingrid Fernandez muncul ketika NTT masih jauh dari maju. Elektrifikasi sangat rendah. Saya masih ingat Lewoleba yang sekarang ibu kota Kabupaten Lembata pun belum ada listrik PLN. Suasananya mirip desa-desa pelosok di NTT. Nah, karena tak ada listrik, sulit menghidupkan yang namanya tape recorder. Kalau tidak pakai aki ya baterai. Sudah pasti tidak bisa tahan lama.

Maka, orang-orang kampung hanya bisa mendengar lagu-lagu dari tape recorder yang sangat langka itu. Kaset-kaset pun terbatas. Karena itu, suara Ingrid Fernandez benar-benar nempel di kepala masyarakat. Ingrid ini bahkan jauh lebih populer ketimbang penyanyi pop paling terkenal di Jakarta.

Kini, setelah listrik sudah masuk kampung, televisi masuk rumah, parabola ada di mana-mana, memori bersama macam era Ingrid ini tak ada lagi. Album pop daerah di NTT jadi lebih beragam. Tiap daerah punya artis dan album sendiri. Bahkan, dalam satu kabupaten pun ada artis-artis lokal yang bikin album. Masa ketika Ingrid membawakan lagu-lagu daerah NTT dari semua kabupaten tak ada lagi.

Karena itu, orang-orang NTT yang mengalami masa remaja pada era 1980an dan 1990an punya kenangan mendalam sama Bu Ingrid yang bersuara merdu plus vibrasi halus itu. Banyak yang berselancar di Google untuk bernostalgia. Dan ketemulah tulisan saya yang dipicu oleh pengalaman membeli kaset bekas di Malang itu.

Nanik yang tinggal di Seattle, USA, menulis komentar:

"Waktu beta masih SD suka pi nonton lomba Pop Singer di halaman RRI
Kupang, Juaranya selalu Ingrid Fernandez, lalu baiko deng Emmy
Saherian juara 2 (sekarang pendeta di Kupang) itu sekitar taon 73/74.
Waktu itu Ing masih SMA di Giovanni. Suara mereka berdua2 memang bagus."

Minggu lalu ada komentar dari orang NTT yang juga di rantau:

"Saya remaja STM di Kupang persis dengan Inrid Fernandez sangat
populer. Sampai sekarang suara Ingrid Fernandez masih mengiang dalam ingatanku. Lagu memang alat paling efektif untuk memutar kembali
memori ketika zaman remaja akhir 70-an hingga 80-an di Kupang.

Lagu-lagu Ingrid Fernandez adalah alat ampuh bagi saya untuk mengenang masa lalu di NTT. Ingrid Fernandez adalah sosok yang membuat aku bisa merasa dekat dengaan tanah kelahiranku NTT. Tentu saja saya sangat rindu kabar tentang Ingrid dan semoga sesewaktu bisa menyaksikan lagi Ingrid menyanyi, terutama lagu FLOBAMORA yang sangat khas dari pita suara Ingrid. Salam...!"

1 comment:

  1. Gara-gara baca ini goe jadi penasaran... kira2 ama ada simpen lagu naen ka?

    ReplyDelete