12 March 2015

Chelsea pantas tersisih

Nonton siaran langsung sepak bola itu ibarat berjudi. Jarang kita dapat suguhan pertandingan yang bagus, seimbang, asyik. Lebih banyak pertandingan yang mengecewakan. Maksudnya jauh di bawah harapan besar kita sebelum melekan sampai subuh itu. Tapi, kayak judi, kita tetap kecanduan nonton.

Begitulah. Saya sengaja tidak nonton Real Madrid vs Schalke karena saya anggap tidak menarik. Madrid pasti menang mudah, pikir saya. Kualitas Schalke tentu di bawah Real Madrid, juara bertahan Champions League. Maka saya tidur nyaman sampai pagi. Eh, ketika saya periksa skor di internet, wuih... bukan main. Tujuh gol. Madrid kalah tapi menang agregat gol.

Pasti sangat seru. Hujan gol, apalagi ke gawang Madrid jelas tidak lazim. Kecuali lawan Barcelona. Saya bisa membayangkan betapa ketatnya pertandingan Madrid vs Schalke itu.

Sebaliknya, saya sudah lama berniat menonton Chelsea vs PSG karena saya asumsikan sangat menarik. Hasil laga pertama di Paris yang 1-1 jelas belum aman bagi Chelsea. Penampilan PSG di first leg pun sangat bagus. Rugi kalau tidak nonton. Maka saya pun nyetel alarm pukul 02.35 agar bisa mengikuti komentar pengamat Bung Kusnaini.

Sayang, begitu laga berjalan 10 menit, saya merasa pertandingannya tidak menarik. Bola terlalu sering mati. Pemain-pemain suka bikin pelanggar. Menit ke-30 kartu merah untuk Ibra, sang superstar. Rusaklah pertandingan bola kalau kartu merah jatuh pada babak pertama. Kartu merah bisa diterima kalau tim yang mendapat hukuman berat itu sudah unggul minimal dengan selisih 2 gol. Dan di babak kedua. Lebih bagus lagi kalau lagi tinggal 10 menit atau 5 menit.

Lha, ini baru setengah jam PSG sudah kena kartu merah! Laga yang sudah tidak flowing pasti tambah tidak menarik. Saya bayangkan Chelsea akan mudah menceploskan gol karena melawan 10 pemain. Eh, ternyata saya keliru. Permainan tim asuhan Mourinho ini malah sama saja. PSG bahkan tidak terkesan kalau kekurangan satu pemain. Tak ada kick on goal dari pemain Chelsea. Payah!

Akhirnya Cahil bikin gol dari bola muntah. PSG tidak patah semangat tapi membalas lewat David Luis dengan kopnya yang khas. Permainan tetap biasa saja hingga akhir babak kedua. Skor akhir 2-2. Selamat! PSG layak lolos ke delapan besar. Chelsea sangat tidak layak lolos.

Barusan saya baca di BBC, Jose Mourinho dengan legawa mengakui keunggulan PSG. Tim yang dua kali kebobolan lewat tendangan sudut tidak pantas lolos, kata Mourinho.
Sent from my BlackBerry

No comments:

Post a Comment