07 March 2015

Beda artis dan seniman

Ada sebuah kalimat di Kompas edisi hari ini (7/3/2015) yang bikin saya geli. Jadi ingat obrolan lama saya dengan pelukis senior Bambang Harryadjie, perokok berat yang sudah almarhum.

Kalimat di Kompas yang menulis berita Manda ditahan di Rutan Salemba itu begini:

"Kasus ini menjadi pelajaran bagi para artis dan seniman...."

Dulu saya sering iseng bertanya, lebih tepat ngetes, Pak Bambang yang saya tahu fasih bahasa Inggris, Jerman, dan Belanda. Dia cukup lama tinggal di Hamburg, Jerman.

"Pak Bambang, apa bedanya ARTIS dan SENIMAN?" tanya saya.

"Wah, iku pertanyaan lawas. Rokoknya dulu dong!" kata sang pelukis dengan gaya khasnya.

Setelah menyedot asap nikotin itu, yang katanya lebih nikmat ketimbang makanan apa pun, Pak Bambang menjawab, "Kalau sama orang Barat sih saya bilang saya ini artis. I'm an artist. Saya artis visual. Tapi kalau orang Indonesia saya bilang saya ini seniman."

"Artist dan artis kan sama saja? Satunya bahasa Inggris, satunya kata serapan dari bahasa Inggris juga," timpal saya.

"Betul. Tapi di Indonesia nuansa artis dan seniman itu beda. Artis itu kayak Inul, Luna Maya, Ariel, Ahmad Dhani, Dewi Perssik... yang tiap hari muncul di gosip televisi. Kalau seniman itu ya kayak saya yang pelukis. Pemain ludruk, teater, ketoprak... itu seniman," katanya.

"Kalau Luna Maya diajak main ludruk?"

"Ya, tetap artis."

Ini cuma obrolan rada konyol sama Pak Bambang saat mancing di tambak dulu. Kami memang sama-sama menertawakan kata yang sejatinya sinonim, tapi di Indonesia malah dibedakan. Artis itu cenderung ke seni populer, pelaku industri hiburan, sementara seniman praktisi kesenian di luar industri hiburan.

Saya sendiri sering diketawain pelajar dan mahasiswa ketika menyebut profesi Pak Bambang sebagai artis. "Betul. Beliau artis senior di bidang seni rupa. Visual art," kata saya serius.

Omongan saya ini tak cukup meyakinkan masyarakat umum di Surabaya dan Sidoarjo bahwa artis itu ya seniman, seniman itu ya artis. Artis itu dari kata ART yang artinya seni. Seniman (atau seniwati yang sering dipakai di kalangan pemain ludruk) juga berasal dari kata seni + man (wati). Pelajaran bahasa Indonesia tingkat dasar.

Rupanya pandangan masyarakat kebanyakan yang membedakan artis dan seniman benar-benar sudah merasuk di Indonesia. Sampai koran sekaliber Kompas, yang selama ini dijadikan rujukan bahasa jurnalistik, pun ikut membedakan artis dan seniman.

Hidup seniman!
Hidup artis!

No comments:

Post a Comment