14 February 2015

Paus di Lembata vs Paus di Vatikan

Pulau Lembata di Nusa Tenggara Timur terkenal berkat ikan paus. Sebab kampung Lamalera di selatan pulau yang tempo doeloe disebut Lomblen itu punya mata pencarian unik: memburu ikan paus di Laut Sawu. Pakai alat sederhana sejenis tombak yang disebut tempuling. Tradisi berburu paus ini sudah berlangsung turun-temurun sejak zaman baheula.

Begitu terkenalnya Lamalera sebagai kampung paus, nama Lembata pun ikut terkenal di dunia. Apalagi misionaris Katolik asal Eropa pun pertama kali masuk Lembata lewat kampung Lamalera ini. Maka tulisan-tulisan tentang Lamalera tersebar ke Eropa. Agama Katolik juga masuk Lembata pertama kali juga via Lamalera, kampung ikan paus.

Dus, tidak heran kalau pastor pribumi pertama di Lembata juga berasal dari Lamalera. Namanya Pater Alex Beding SVD. Pater Alex pun tercatat sebagai orang NTT pertama yang bikin surat kabar lokal. Namanya DIAN terbitan kongregasi SVD yang berpusat di Ende. Orang-orang Lamalera kemudian dikenal "lebih serani" alias paling Katolik dibandingkan warga kampung saya di utara Lembata (Ile Ape) dan kampung-kampung lain di Kabupaten Lembata.

Mungkin belum ada kampung di Indonesia yang menghasilkan paling banyak pastor, suster, frater, atau bruder di Indonesia mengalahkan Lamalera. Profesor pertama juga asal Lamalera. Namanya Prof Dr Gorys Keraf ahli bahasa Indonesia legendaris itu.

Satu-satunya orang Lembata yang pernah jadi menteri juga dari Lamalera. Namanya Dr Sonny Keraf menteri lingkungan hidup kabinet Presiden Megawati Soekarnoputeri. "Orang-orang Lamalera itu hebat, pintar, karena makan paus. Otaknya encer, selalu unggul di Lembata, bahkan NTT," begitu obrolan di kampung saya dulu.

Adakah hubungan paus di Lamalera dan paus di Vatikan? Pasti tidak ada. Paus di Lembata itu mamalia laut, semacam ikan besar, yang langka. Sedangkan paus di Vatikan itu biasa disebut orang Lembata sebagai bapa suci atau santo bapa. Pemimpin tertinggi umat Katolik di seluruh dunia. Tapi bukankah kampung paus Lamalera itu juga serambi Katolik di Lembata, bahkan NTT?

Yang jelas, kata paus untuk POPE atau PAPPAS, PAPAM, atau PAPA sama sekali tak ada kaitannya dengan paus yang mamalia laut buruan orang Lamalera itu.

"Kok orang Katolik pakai kata PAUS? Kesannya kok gak enak? Kok pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang sangat dihormati dinamakan paus? Persis nama ikan," kata Rahman, mantan redaktur surat kabar terkemuka yang sangat peduli bahasa.

Jangankan Mas Rahman yang muslim, sampai sekarang banyak umat Katolik yang belum tahu asal usul kata paus untuk pope itu. Kecuali orang-orang Indonesia lawas, tempo doeloe, yang masih bisa berbahasa Belanda. Hollands spereken! Orang Indonesia yang hidup tahun 1950an, 1960an, bahkan 1970an sedikit banyak masih kenal kosa kata bahasa Belanda. Beda dengan orang Indonesia kelahiran di atas tahun 1970, apalagi 1980an, yang benar-benar buta bahasa Belanda.

Ya, kata PAUS untuk bapa suci di Vatikan itu memang berasal dari bahasa Belanda: paus. Nama-nama dan sebagian besar istilah dalam Gereja Katolik menyerap kata-kata Belanda, bukan bahasa Inggris. Sebab sebagian besar misionaris Katolik yang bertugas di nusantara saat itu orang Belanda. Mungkin 90 persen, bahkan 95 persen. Sedikit dari Jerman dan negara-negara Eropa lain. Tidak ada yang dari USA atau Inggris.

Saya kutip penjelasan tentang paus di wikipedia bahasa Belanda;

"De PAUS draagt de titel Plaatsbekleder van Jezus Christus op Aarde, de opvolger van de heilige Petrus, de bisschop van Rome, het hoofd van de Rooms-katholieke Kerk en is het staatshoofd van Vaticaanstad."

Nama-nama kristiani di lingkungan Katolik pun selalu menyerap istilah Belanda, bukan English. Petrus bukan Peter. Jacobus bukan James. Andreas bukan Andrew. Yohanes bukan John. Matius bukan Matthew. Fransiskus bukan Francis. Benediktus bukan Benedict. Paulus bukan Paul. Lambertus bukan Lambert.

Saat ini yang bertakhta di Kota Vatikan adalah Paus Fransiskus alias Pope Francis (versi English) atau Paus Fransiscus (Belanda) atau Paus Fransiskus (Jerman). Romo Markus Solo SVD asal Flores Timur yang bertugas sebagai salah satu penasihat Sri Paus mungkin bisa menceritakan kampung paus di Lembata kepada Paus Fransiskus. (*)

No comments:

Post a Comment