18 February 2015

Parade Lampion Anugerah School



Sekitar 500 siswa Anugerah School Selasa, 17 Februari 2017, menggelar perayaan tahun baru Imlek dengan cara unik. Para pelajar mulai playgroup, TK, SD, hingga SMP ini mengadakan pawai lampion di kompleks sekolah hingga ke Pondok Jati. Berbusana cheongsham khas Tionghoa, parade lampion anak-anak sekolah tiga bahasa (Indonesia, Inggris, Mandarin) itu pun menjadi tontonan warga dan pengendara yang melintas.

Yang menarik, lampion-lampion yang dibawa para siswa ternyata hasil kreasi sendiri. "Mereka bikin lampion dengan cara daur ulang. Angpao-angpao dan kertas-kertas bekas dikreasi jadi lampion," ujar Ivana Supit, guru bahasa Mandarin Anugerah School.

Setiap tahun sekolah ini menggelar perayaan tahun baru Imlek secara meriah. Meski tidak semua siswa berlatar belakang Tionghoa, menurut Ivana, pihaknya ingin mengajak anak-anak untuk mengenal dan memahami aneka kebudayaan yang hidup di tanah air. "Kalau tidak kenal maka tidak sayang," kata gadis murah senyum ini.

Selepas jalan kaki sekitar 1,5 kilometer, para siswa bersama-sama menyaksikan film tentang asal muasal 12 shio dalam tradisi Tionghoa. Termasuk shio kambing yang akan dimulai pada 19 Februari. "Sebelum parade lampion ini, anak-anak juga belajar makan dengan memakai sumpit. Banyak siswa kesulitan karena belum biasa," tuturnya.

No comments:

Post a Comment