17 February 2015

Cik Maya Pantang BB - Rabu Abu

Tidak terasa sudah Rabu Abu, 17 Februari 2015. Awal masa pantang dan puasa selama 40 hari bagi umat Katolik. "Saya pantang rokok selama 40 hari. Kamu pantang apa?" tanya Koh Ricky di Jenggolo, Sidoarjo.

Gak nyangka tenglang yang satu ini Katolik beneran. Selama ini saya mengira di bukan nasrani, apalagi Katolik. Soalnya omongan-omongannya tak pernah menyinggung urusan gerejawi. Kok tiba-tiba ngomong Rabu Abu. Benar-benar kejutan.

Sebelumnya Cik Maya, juga Tionghoa Surabaya, bikin pengumuman di status BB-nya. "BB off forever," tulisnya. Aneh, bos Jejak Petjinan ini kok aneh. Ada apa? Saya pun kirim SMS bertanya soal ini.

Paulina Mayasari menjawab, "Ini kan mau pantang, Rabu Abu, kepengin off. Sampai Paskah!"

Kok gitu sih? Lalu diskusi-diskusi komunitas Petjinan bagaimana? Saya juga mau off BB tapi dipakai diskusi kerjaan. Sulit pantang BB! Kata saya di SMS lanjutan.

"Saya juga pake untuk kerjaan. Tapi sejauh ini kayaknya BB lebih banyak buang waktu saya daripada benar-benar berguna. Jadi biar ini jadi percobaan juga. Lagian ada email dll," kata kawan yang ngajar di UK Petra itu.

Wah, luar biasa si Maya ini. Gak nyangka kalau dia ini Katolik dan punya pemahaman tentang pantang, prapaskah, seperti ini. Baru kali ini saya dengar ada orang Katolik pantang BB. Yang paling umum itu pantang rokok (Ricky) atau kopi (saya). Atau pantang TV dan hiburan. Duit untuk rokok, kopi, hiburan disisihkan untuk APP (aksi puasa pembangunan).

Kok Maya pantang BB, telepon pintar yang makin sulit dilepaskan dari dunia kerja? Ya, ini pilihan Maya. BB ada gunanya, ada main-mainnya, iseng, dsb. Selama ini BB hanya buang-buang waktu, kata Maya.

Begitulah, pantang dan puasa selalu menyesuaikan perkembangan zaman. Para penyusun buku katekese tempo doeloe tentu tak pernah membayangkan bahwa suatu ketika ada masa di mana manusia begitu tergantung pada gawai (gadget) macam BB dan sejenisnya.

Di bangku SD di Lembata, NTT, saya masih ingat pelajaran agama Katolik tentang 5 perintah gereja. "Jangan makan daging pada hari pantang!" Lha, wong kampung tidak pernah makan daging kok disuruh tidak makan daging? Rumusan ini mungkin hanya cocok untuk orang Katolik di Eropa atau Amerika yang konsumsi dagingnya tinggi.

Apa pun pilihan kita, selamat memasuki masa prapaskah! Berkah Dalem!

3 comments:

  1. Di Amrik yang pada awalnya merupakan negara Protestan, sejak kedatangan imigran dari Italia, Polandia, Irlandia di awal abad ke-20, ada tradisi Fish Friday. Restoran2 menyajikan menu ikan pada hari Jumat bagi mereka yang pantang daging.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamsia atas penjelasan tambahan yg bagus dari mas Amrik tentang tradisi ash friday di USA. misionaris2 katolik dari eropa yg kerja di indonesia zaman dulu memang sangat menekankan patang daging. kemudian ada modifikasi sesuai kebiasaan individu masing2. jadi sekarang ini pantang itu beda2 antara satu orang dengan orang lain. ada juga pantang GARAM yg biasa dilakukan di flores.

      Delete
    2. Ash Wednesday, Bung Hurek. Tradisi lainnya ialah Mardi Gras (dalam bahasa Perancis, artinya Fat Tuesday) di negara bagian Louisiana, yang tadinya milik tahta Perancis. Pada hari Mardi Gras, sebelum memulai masa puasa atau pantang, orang-orang berparade dan makan minum sebelumnya. Sekarang lebih menjadi tradisi sekuler, tetapi pada awalnya merupakan tradisi Katolik.

      Delete