03 February 2015

Abuna Kristen Koptik Mesir Kunjungi Surabaya

Orang Indonesia, khususnya kristiani, sudah sering mendengar Gereja Kristen Koptik di Mesir. Tapi jarang ada orang Indonesia yang mendalami Koptik. Gereja macam apa itu? Liturginya? Doktrinnya? Hubungannya dengan pemerintah dan umat Islam di Mesir yang mayoritas? Kontribusi Gereja Koptik di Mesir?

Syukurlah, belum lama ini Abuna Armia Al-Anba Baula Ishaq Aziz Luis mengunjungi Kota Surabaya. Abuna atau pastor Gereja Kristen Koptik Mesir ini bahkan berdialog dengan para romo dan frater (calon pastor) di Seminari Tinggi Providentia Dei, Surabaya. Para rohaniwan dan awam Katolik sangat antusias bertanya tentang banyak hal. Abuna menjelaskan bahwa Gereja Koptik itu sudah menjadi bagian dari sejarah masyarakat Mesir. 

Umat nasrani Koptik ini bahkan lebih dulu ada sebelum masuknya agama Islam pada abad ke-6. Karena itu, warga dan pemerintah Mesir sangat menghargai keberadaan gereja yang punya akar sejarah sangat kuat itu. Suara orang Kristen, yang minoritas, tetap didengar pemerintah. Orang Kristen di Mesir, yang sebagian besar Koptik, tidak dianggap warga negara kelas dua.

Kok bisa umat Kristen jadi minoritas di Mesir, padahal sejarahnya sangat panjang? "Sebab, orang Kristen itu hanya dibolehkan punya satu istri," jawab Abuna Armia disambut tawa hadirin di seminari milik Keuskupan Surabaya itu. Jangan lupa, para abuna ini (sebagian) juga hidup selibat alias tidak berkeluarga seperti para biarawan-biarawati Katolik.

Tentu saja Abuna Armia cuma bercanda. Beliau hanya menekankan bahwa kekuatan orang Kristen itu sebaiknya jangan dilihat dari jumlah, kuantitas, melainkan iman akan Yesus Kristus. Tantangan terbesar umat Kristen Koptik di Mesir dan umat kristiani di tempat lain, menurut Abuna, bukan dari pemerintah atau umat nonkristiani, tetapi justru dari dalam gereja sendiri. 

"Tantangan kita di masa sekarang adalah kelemahan iman," katanya. Lalu, Abuna mengutip ayat Alkitab tentang iman sebesar biji SESAWI yang dapat memindahkan gunung. Di masa lalu, menurut dia, jemaat kristiani Koptik ternyata bisa memindahkan Gunung Moakattam di kawasan Kairo. "Kalau kita punya iman, kita bisa melakukan apa saja sesuai kehendak Tuhan."

Yang juga sangat menarik, dan kayaknya perlu jadi pelajaran bagi gereja-gereja di Indonesia, bangunan gereja di Mesir itu bersifat lintas denominasi. Artinya, sebuah bangunan gereja bisa dipakai oleh beberapa gereja dari aliran atau sekte yang berbeda-beda. Gereja Koptik, meski mayoritas, tidak merasa lebih tinggi ketimbang gereja-gereja lain. "Hubungan kami dengan Gereja Katolik di Mesir sangat baik," kata Abuna.

12 comments:

  1. Wow, wow, wow. Sangat menarik! Terutama krn baru saja saya membaca tentang Kenisah Orthodoks Syria.

    ReplyDelete
  2. Bung Hurek, saya punya beberapa teman di Amrik yang merupakan orang Koptik dari Mesir. Orang Koptik, seperti banyak kalangan minoritas lain, walaupun sedikit tetapi sangat berprestasi di bidang ekonomi dan profesional. Contohnya Bhoutros Bhoutros Gali, mantan Sekjen PBB. (Bhoutros = Petrus), teman istri saya yang dokter anak, dan kenalan saya yang manajer teknik perusahaan startup. Walaupun Abuna ini bicara sopan tentang hubungan dengan pemerintah, kenyataannya ialah sebagai minoritas, mereka mengalami berbagai tekanan dari mayoritas, dan karena mereka berlindung kepada rejim yang berkuasa, mereka menjadi diidentikkan sebagai sekutu rejim (dari Anwar Sadat, ke Husni Mubarak, sampai sekarang Assisi). Pada waktu rejim Morsi yang dari Ikhwanul Muslimin berkuasa, komunitas dan gereja mereka diserang oleh rakyat tidak dikenal (mob) tanpa perlindungan, persis seperti nasib banyak gereja di Indonesia. Itulah kenyataannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matur suwun mas Amrik Jowo atas tambahan informasi yg sangat menarik tentang koptik. Abuna juga sempat bilang bahwa yg jadi masalah itu kelompok fundamentalis dan ekstremis saja. Mayoritas warga Mesir yg muslim pun sangat menentang para ekstremis ini. Sayang, waktu itu gak ada yg nanya soal IM. suwun.

      Delete
    2. Masalahnya yang mayoritas dan konon juga menentang fundamentalis dan ektremis itu kebanyakan diam-diam saja, tidak menuntut pemerintah untuk melindungi, atau seperti NU, ikut melindungi.

      Delete
    3. Kok bisa umat Kristen jadi minoritas di Mesir, padahal sejarahnya sangat panjang ? Mengapa, Why, Warum, Wei-shen-me, Perche,....?
      Pertanyaan diatas bisa diteruskan, tanpa ada Jawaban, walaupun dunia sampai kiamat !
      Mengapa warga Tengger jadi minoritas, padahal mereka keturunan Hayam Wuruk, Gajah Mada. Seperti halnya warga Koptik keturunan Firaun ?
      Mengapa orang Indian dibenua Amerika, Aborigenes di Australia, Melayu di Singapura, Maori di New Zealand, jadi minoritas, padahal mereka adalah pemilik2 yang sah dari negara2 tsb. ?
      Siapakah yang mampu memberi jawaban, yang bisa memuaskan semua orang ??
      Sesuatu logika yang tak terjawabkan atau termengerti, lebih baik dilupakan, caranya mudah, seperti di Indonesia : Kamu jangan SARA,
      sudah bukan zamannya ! Diskusi tambah membuat berantem.

      Delete
  3. saya setuju gereja koptik di mesir sedang mengalami tantangan berat dari kelompok2 yg antitoleransi yg sedang tumbuh di timur tengah seperti ISIS. gereja seperti ini jadi sasaran serangan teroris.

    ReplyDelete
  4. WOW Iman Biji Sesawi!!!. Beberapa minggu ini di kantor saya heboh karena ada teman saya yang mualaf dari Katolik. Yang saya bingung semnajak mualaf dia menjahui saya padahal saya fanatik2 amat juga nga malah yang saya tahu dia yang sangat fanatik, Natal mengucapkan Natal, Paskah ucap Paskah lah malah pindah agama. Sejujurnya Saya tidak masalah dia pindah agama, karena bagaimanapun juga Saya yang Kristen harus belajar bahwa kebebasan personal harus dihormati cuman yang saya ga habis pikir kenapa dia tiba2 menjauh, ha ha ha Saya stuju dengan Abuna, bahwa menjadi Kristen itu bukan masalah iman besar atau kecil tapi yang diperlukan cuman Sebiji Sesawi yang mana walaupun kecil namun ketika di tumbuh menjadi pohon dia akn menaunggi banyak burung dan makhluk lain. Doa saya semoga teman saya itu cepat dapat jodoh, naik jabatan dan semoga nyaman dengan agama barunya. Salam Kawan Hurek :)

    ReplyDelete
  5. om hurek... Gereja Koptik adalah gereja yg didirikan oleh Markus sang penginjil di Alexandria, Mesir pada abad pertama masehi... dalam perkembangannya pada abad ke-18 ada uskup dan imam2 Koptik yg menyatakan bergabung dgn takhta Paus di Vatikan...
    sejak itu Gereja Koptik terdiri dari 2 jenis: Koptik Ortodoks (saat ini dipimpin oleh Paus Tawadros II) dan Koptik Katolik (dipimpin oleh Patriark Ibrahim Isaac Sidrak dan berada di bawah kekuasaan Paus Fransiskus)...
    tapi Koptik Katolik jumlahnya gak banyak, hanya sekitar 10% dari total penganut Kristen di Mesir... Koptik Ortodoks masih lebih dominan... sepertinya Koptik Ortodoks dan Koptik Katolik punya liturgi yg sama (ritus Alexandria), perbedaannya hanya soal politis...

    saya sekarang lagi suka nonton video2 ibadah gereja Ortodoks ataupun gereja Katolik Timur di tanah Arab... hanya sedikit gereja yg menggunakan organ atau instrumen lain, kebanyakan ya hanya mengandalkan vokal... tentu dgn lantunan ala Timur Tengah...

    ReplyDelete
  6. Saya baca di wikipedia bahwa Lebanon jga byk pemeluk Kristen, Kristen jg bagian dr sejarah Arab dan timur tengah, katanya mereka jg menyebut Allah sbg tuhan, sebelum Islam ada orang Arab kuno jg menyebut Allah utk mengartikan tuhan, saya dapat pahami itu. Semoga selalu ada kerukunan agama dimana saja...salam dr saya Muslim tradisional

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Hurek, di Amerika juga, Gereja-Gereja denominasi lama yang umatnya berkurang, sekarang mulai menyewakan bangunan gereja untuk umat Gereja lain yang naik daun, terutama yang non-denominasi. Mengapa di Indonesia tidak bisa dipakai model ini, untuk menghindari ribut-ribut setiap kali mau bangun gereja.

      Delete
    2. Situasi di indonesia beda dengan USA. Gereja2 lama juga tumbuh pesat. Misa tiga kali tidak cukup lagi. Perlu ditambah sabtu petang. Paroki2 juga bertambah terus. Begitu pula di protestan.

      Tidak mungkin pinjam atau sewa gereja karena pada hakikatnya gereja2 itu bersaing untuk mendapat jemaat sebanyak mungkin (demi kolekte, per puluhan dsb). Gereja baru aliran amrik ini justru punya misi utama merebut domba2 dari kandang lama. Mana mungkin gereja2 lama mengizinkan gerejanya dipakai aliran haleluya? Di internal haleluya sendiri pun terjadi perpecahan yang sangat parah. Konflik antar keluarga pendeta sendiri karena rebutan harta dan uang dan pengaruh.

      Maka gereja2 haleluya tidak lagi merisaukan kayak era 80an dan 90an karena kita semua sudah tau sepak terjang dan belangnya. Aliran karismatik tidak lagi menarik.

      Selama ini setahu saya, hanya HKBP yang biasa pinjam gereja lain di jawa untuk kebaktian. Misalnya di GKJW atau HKBP. Itu karena sama2 protestan hasil zending belanda jerman dan masih saudara satu denominasi. Lagi pula HKBP itu gereja khusus untuk orang batak yang tidak akan merebut jemaat dari gereja lain. HKBP juga gak neko2 dan sangat menarik. Ini pengalaman saya bergaul dengan kawan2 HKBP yang dulu pinjam GKJW Jember.

      Terima kasih atas komentar kawan2.

      Delete
    3. Oh begitu, terima kasih atas penjelasannya. Ini karena pertumbuhan penduduk yang masih pesat. Sedangkan di USA, orang kulit putih pertumbuhan penduduknya lambat atau malah negatif. Yang masih bertumbuh banyak ialah komunitas imigran dari Mexico. Mereka ini tradisional Katolik, tetapi sekarang mungkin 40% masuk gereja-gereja haleluyah.

      Delete