10 February 2015

40 Hari Pilot AirAsia di Sidoarjo

Tahlilan atau doa bersama digelar di rumah Kapten Irianto, pilot AirAsia QZ 8501, yang nyungsep di laut pada 28 Desember 2014. Puluhan tetangga, keluarga, dan kenalan almarhum Irianto berdatangan ke rumah Irianto di Pondok Jati BC 12-A Sidoarjo.

Tampak Widya Sukati Putri, istri pilot, dan Angela Anggi. Keduanya tampak masih larut dalam duka meskipun kejadian tragis itu sudah berlalu sebulan lebih. Pihak keluarga pun enggan bicara kepada wartawan. "Nggak ada wawancara. Maaf, ini cuma doa bersama aja," kata Wahyu Budi Purnomo, kakak ipar sang pilot.

Berbeda dengan awal kejadian, Angela dan Widya masih sempat merespons wawancara. Apalagi saat itu berita-berita yang beredar sempat menuduh sang kapten melakukan kesalahan sehingga terjadi insiden yang menewaskan semua penumpang dan awak, 162 orang itu. Angela waktu itu meminta agar ayahnya jangan disalahkan. "Tolong hargai perasaan keluarga kami," katanya.

Belakangan muncul rilis dari KNKT bahwa pesawat AirAsia itu justru dikemudikan kopilot yang asal Prancis itu. Kapten Irianto malah cuma berperan sebagai kopilot. Bahkan sejak dari Bandara Juanda. Pernyataan KNKT setelah menganalisis kotak hitam ini setidaknya sedikit menghibur keluarga pilot di Sidoarjo. Tapi, apa boleh buat, pihak keluarga sudah telanjur tersakiti oleh pernyataan beberapa petinggi perhubungan yang dianggap menghakimi almarhum Irianto.

"Kami hanya ingin jenazah almarhum bisa segera ditemukan. Dan semoga segala dosa dan kesalahan beliau dimaafkan dan arwahnya diterima oleh Allah SWT," kata Pak Wahyu yang menjadi juru bicara keluarga pilot nahas itu.

Seperti biasa, acara tahlilan ini berlangsung dengan khusyuk. Jamaah mengirim doa untuk ketenangan almarhum Kapten Irianto di alam sana. Mereka juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah menghadapi cobaan ini. Bahwa semua makhluk yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya kapan saja Tuhan menghendaki.

No comments:

Post a Comment