12 January 2015

Misionaris Korea di AirAsia QZ 8501

Park Seong-beom, 37 tahun, misionaris asal Korea Selatan, tercatat sebagai salah satu korban pesawat AirAsia QZ8501. Pendeta yang tinggal di Malang sejak September 2014 itu meninggal bersama istrinya, Lee Kyung-hwa, serta seorang bayi mereka. 

Park dan keluarga sedianya akan mengurus visa. Namun, takdir berkata lain. AirAsia kecemplung ke laut dan menewaskan semua penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 162 orang itu.

Tak banyak yang tahu, termasuk orang Kristen sendiri, bahwa Korea ternyata merupakan negara Asia yang paling banyak mengirim misionaris ke 169 negara di dunia. Korea Selatan hanya kalah dari Amerika Serikat yang masih tercatat sebagai pengirim misionaris Kristen nomor satu di dunia. Kecuali misionaris Katolik yang sejak zaman Belanda hampir tidak ada yang datang dari USA.

"Saat ini ada lebih dari 26 ribu misionaris Korea di seluruh dunia," demikian Korea World Missions Association, asosiasi gabungan berbagai denominasi gereja di Korea Selatan. Di Indonesia tercatat sekitar 700 misionaris Korea Selatan. Korea Utara tentu tidak masuk data karena negara komunis itu sangat tertutup dan sangat anti kegiatan keagamaan, khususnya nasrani.

Mengapa para misionaris Korea itu begitu getol bermisi di berbagai negara? Bukankah Indonesia sendiri sudah kelebihan stok pendeta, khususnya gereja-gereja aliran begituan? Bukankah banyak pendeta di Indonesia tak kebagian jemaat, sehingga nekat merebut domba-domba dari gereja lain? 

Masih banyak pertanyaan dan gugatan seperti itu. Tapi Korea Selatan ini memang lain dari lain. Sejak 1980-an negara ginseng ini mengalami kebangunan rohani atau revivalisme yang luar biasa, khususnya kekristenannya. Terlepas dari komentar miring banyak pihak tentang kegetolan New Born Christian, orang-orang Kristen yang lahir baru, di Korea Selatan yang getol bikin mega-mega church alias gereja-gereja berukuran raksasa. 

Orang-orang Korea yang lahir baru ini, yang sebetulnya tidak punya tradisi nasrani seperti orang Eropa atau Amerika, merasa perlu memberitakan Injil ke seluruh dunia seperti tertulis di Matius 28:19-20. Ketika misionaris-misionaris tua dari Eropa sudah tiada, yang hidup pun kini ringkih di panti jompo, sementara orang-orang Kristen lama di Indonesia pun cenderung malas dan apatis, misionaris-misionaris Korea muncul dengan gairah baru. 

Berbeda dengan pastor-pastor Barat yang kelihatan bulenya, mudah dicurigai, mengundang seribu tanya dari pribumi, misionaris-misionaris Korea ini bisa melebur (dan menyamar) dengan mudah. Posturnya mirip Tionghoa. Orang-orang Korea pun sangat banyak di Indonesia karena memang perusahaan-perusahaan Korea tidak sedikit. 

Kita, orang Indonesia, pun selama ini menganggap bangsa Korea itu beragama Buddha atau kepercayaan ala Tionghoa. Mana ada orang Korea yang nasrani? Saya sendiri pernah mengenal orang Korea yang berdomisili di Jawa Timur selama hampir lima tahun. Selama itu pula saya tidak tahu kalau dia itu Kristen. 

"Oh, ternyata orang Korea ada yang Kristen juga," kata saya setelah mengetahui Mr Lee itu kristiani. 

Park Seong-beom, yang meninggal di AirAsia bersama istri dan anaknya itu, pun sehari-hari tak dikenal sebagai misionaris di Kota Malang. Sebelumnya dia bertugas selama lima tahun di Kambodia. Bahasa Indonesianya masih terbata-bata. Setiap hari dia mengajar bahasa Korea dan komputer di kota apel itu. 

Orang baru tahu kalau dia evangelis, misionaris awam (yang tidak tertahbis), setelah namanya disebut-sebut sebagai korban tragedi AirAsia.

1 comment:

  1. om hurek, di tempat kami di Bekasi ada keluarga pendeta asal Korea (suami, istri, dan seorang putri)... mereka mengaku berasal dari Yoido Full Gospel Church, gereja dgn gedung dan jumlah jemaat terbesar di dunia, yg ada di kota Seoul...

    saya begitu terkesan bagaimana mereka meninggalkan Korea, meninggalkan gereja mereka yg besar itu, lalu datang ke Indonesia... bahkan mereka belum lancar bahasa Indonesia, seringkali saya dan kawan2 di gereja kesulitan berkomunikasi... biasanya sang istri pendeta membawa kamus, ketika dia mengatakan sesuatu, dia akan cari di kamus...

    tapi itu tidak menghalangi keluarga pendeta Korea ini untuk aktif dalam pelayanan di gereja... mereka ikut paduan suara gereja, si pendeta juga beberapa kali jadi pemain organ untuk mengiringi kebaktian Minggu...

    misi mereka sebenarnya ingin mengumpulkan anak-anak jalanan untuk melayani di gereja-gereja, memuji dan memuliakan nama Tuhan... saya kurang tau apakah sudah berhasil dilakukan atau belum...

    oh iya om hurek... mayoritas orang Korea tidak beragama, sekitar 45% dari total penduduk... sisanya dari yg beragama, sekitar 45% Protestan, 35% Buddha, 15% Katolik, dan sisanya beragama lain... Protestan dan Katolik dominan di sebelah barat (Seoul, Gyeonggi, Chungcheong, Jeolla), sedangkan Buddha dominan di sebelah timur (Gangwon, Gyeongsang) dan Pulau Jeju yg terkenal itu...
    denominasi terbesar di Korea adalah Presbyterian... setelah itu Katolik... di bawah itu saya gak tau lagi...

    om tau SNSD??? girlband yg isinya 9 orang wanita dgn body semampai itu... nah, mereka itu Protestan semua loh om... kemudian di kalangan penyanyi ataupun aktor2 Korea banyak juga yg Kristen... misalnya Bae Yong-Joon, aktor drama favorit ibu saya, dia seorang Katolik... di Wikipedia bahasa Korea, tokoh2 Korea selalu ditulis agamanya apa, kalau beragama...

    ReplyDelete