14 January 2015

KPK Selamatkan Jokowi

Betapa lega rasanya hati ini mendengar kabar Komjen Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Alhamdulillah! Puji Tuhan! Akhirnya doa saya terkabul.

KPK yang dipimpin Abraham Samad ibarat malaikat penolong yang menyelamatkan bangsa ini. Sebelum sang komjen yang sudah lama diisukan punya rekeningan gendut, punya tumpukan harta mencurigakan, itu dilantik sebagai orang nomor satu di lingkungan kepolisian.

Presiden Jokowi layak dipuji ketika menyeleksi calon menteri-menterinya. Nama-nama calon disetor ke PPATK dan KPK untuk diperiksa. Dengan begitu, para menteri kabinet kerja bisa dipastikan tak punya transaksi mencurigakan. Juga tak terlibat kasus korupsi.

Sayang, Jokowi ternyata tidak konsisten dengan pola rekrutmen pembantunya. Saat menentukan jaksa agung, HM Prasetyo, Jokowi tak mendengar suara publik. Tahu-tahu saja mantan jaksa yang juga politisi Nasdem itu ditunjuk jadi jaksa agung. Rekam jejak Prasetyo kurang meyakinkan publik.

Yang paling kontroversial adalah calon kapolri ini. Jokowi yang baru dua bulan lebih jadi presiden makin cuek aja. Budi Gunawan yang sudah lama jadi sorotan malah dipilih. Dan, ketika dipersoalkan wartawan di Surabaya, Jokowi berlindung di balik hak prerogatifnya.

"Kalau ada yang dekat, kenapa pilih yang jauh," katanya tentang Komjen Budi Gunawan.

Saya pun gregetan. Jokowi ternyata sudah berubah dalam waktu yang sangat singkat. Kesan pertama yang sangat meyakinkan langsung patah dalam kasus penunjukkan jaksa agung dan kapolri. Padahal dua posisi ini justru sangat-sangat penting untuk memperbaiki karut-marut penegakan hukum di Indonesia.

Syukurlah, sekali lagi, kita punya KPK. Abraham Samad muncul di injury time untuk menyelamatkan Jokowi dari jurang politik yang bisa menggerus legitimasinya. Betapa leganya hati ini.

Semoga Jokowi segera siuman dan insaf. Jangan sekali-kali mengabaikan suara rakyat dengan berlindung di balik asas praduga tak bersalah. Terima kasih kepada KPK yang sudah menampar wajah Jokowi!

4 comments:

  1. Bung Hurek, apa Bung tahu bhw Jokowi menghubungi atau tidak Abraham Samad, atau memberi isyarat atau pesan rahasia lewat orang kepercayaan yang bisa dibaca oleh Abraham Samad atau orang KPK lain? Jokowi harus mikul duwur thd Megawati yang sudah mensponsorinya. Tetapi juga harus mendem jero strategi2 political survivalnya. Dalam hal ini Jokowi main cantik. Membiarkan KPK mendapatkan pujian, menyelamatkan muka Megawati, dan mengamankan posisi Kapolri dari seorang yang tidak teruji integritasnya.

    ReplyDelete
  2. Saya setuju "mikul dhuwur" Bu Mega sebagai pemilik PDIP. Sebelumnya, Jokowi juga mengakomodasi Puan Maharani sebagai menteri, meskipun kualitasnya kita sudah tahu. Budi Gunawan juga punya kedekatan dengan Bu Mega karena bekas ajudan doeloe. Tapi, kalau soal integritas, clean & clear, Jokowi seharusnya tak boleh kompromi. Kasusnya sama dengan HM Prasetyo, orangnya Nasdem Surya Paloh, yang didorong jadi jaksa agung. Bisa juga Jokowi sengaja "pinjam tangan" KPK (secara kebetulan) untuk menampar pihak2 yang memaksakan Budi Gunawan sebagai kapolri. Suwun.

    ReplyDelete
  3. Ya, kita tidak tahu dan mungkin tak akan pernah tahu apakah ini strategi main cantik Jokowi atau kebetulan diselamatkan oleh Abraham Samad. Yang penting kita selamat dari dipimpin seorang yang tidak lulus ujian kejujuran. Mudah2an ini menjadi pelajaran bagi Presiden kita. Di Amerika, Presiden yang berkuasa itulah yang menjadi pemimpin partainya. Ketua Partai hanya menjalankan strategi pemenangan dan pelaksanaan untuk parlemen dan negara2 bagian, agar agenda politik Presiden terjaga secara nasional. Payah partainya presiden kita sudah diangkat oleh Jokowi, tetapi pemimpinnya masih tetap Mak Erot.

    ReplyDelete
  4. maaf Bang Hurek, saya ikut nimbrung di sini, agak keluar topik dari postingan ini, karena di kolom komentar yang soal eksekusi mati saya susah login nya....Saya non katolik dan mendukung penuh sikap gereja yang mengatakan bahwa : hanya Tuhan yang mencabut nyawa seseorang....Saya menangis dan sedih mendengar berita eksekusi mati. Narkoba harus diberantas dan diperangi namun tidak dengan cara hukuman mati....Salam kenal dari saya uut. FB : uut papikenan...

    ReplyDelete