14 December 2014

Wakil Rakyat Malah Khianati Rakyat

Omongan Benny Kabur Harman, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, pagi ini dibahas di Jawa Pos. Benny mengatakan foto Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla cukup dipasang di pohon saja. Tidak perlu dipasang di gedung parlemen di Senayan. Omongan ngawur ala wong embongan ini kemudian dibahas secara renyah oleh AS Laksana, kolumnis terkenal itu.

Mas Laksana menulis: "Benny Kabur bisa mengusulkan dibentuknya undang-undang untuk memajang foto presiden dan wakil presiden di tiap batang pohon di tepi jalan-jalan raya di seluruh Indonesia."

Guyon maton ala orang Jawa ini kedengarannya lucu, menggelitik, tapi nyelekit. Tapi, bagi anggota dewan yang rai gedhek, biasanya dianggap sepi. Kabur begitu saja bagaikan angin lalu. Hanya orang bijak yang paham sentilan halus ala pujangga Jawa ini. Benny Kabur yang asli Manggarai, Flores Barat, NTT, kayaknya nggak akan mempan membaca sentilan di Jawa Pos itu. Apalagi kelihatannya dia memilih jadi martir pembela Koalisi Merah Putih (KMP) yang waton suloyo itu. 

Sebagai rakyat biasa, yang kebetulan berasal dari NTT, sakit rasanya membaca dan mendengar wakil rakyat macam Benny Kabur Harman ini. Mengapa? Dr Benny Kabur itu anggota DPR RI yang mewakili daerah pemilihan NTT bagian utara alias Pulau Flores dan Lembata. Omongan Benny jelas tidak mewakili suara rakyat di dapil NTT utara yang dia wakili. Suara Benny bisa dianggap suara KMP atau mewakili dirinya sendiri.

Benny Kabur yang notabene doktor hukum tata negara rupanya lupa bahwa mayoritas rakyat NTT, termasuk di dapil utara, memilih Jokowi-JK pada pilpres 9 Juli 2014. Dus, meskipun dia Demokrat, ikut KMP, mestinya bisa membaca suara rakyat di daerah pemilihannya. Katanya anggota DPR itu wakil rakyat. 

Kok suaranya bertentangan dengan rakyat (mayoritas) di dapilnya? Kok mati-mati melontarkan statement yang nadanya sangat membenci presiden dan wapres? Bagaimana bisa sistem politik Indonesia bisa berjalan seperti ini? Rakyat memilih Jokowi, sementara wakil rakyatnya tak bosan-bosannya menyerang Jokowi? Syukur-syukur, gagal, capek, dan cepat jatuh. Agar presidennya KMP, Prabowo, naik. Dus, peluang Benny Kabur jadi menteri sangat terbuka.

Selain Benny Kabur, anggota DPR RI dari dapil NTT yang perlu disorot adalah Setya Novanto. Setya bahkan dipercaya KMP menjadi ketua DPR RI. Orang nomor satu di parlemen. Masalahnya sama saja: rakyat NTT di dapil selatan, dapilnya Setya Novanto, juga mayoritas memilihi Jokowi-JK saat pilpres lalu. Tapi sepak terjang Setya bertentangan dengan suara mayoritas rakyat NTT. 

Setya Novanto berperan sebagai salah satu agen politik KMP, yang tak bosan-bosannya menggoyang Jokowi-JK. Lantas, substansi wakil rakyat itu dikemanakan? Apakah anggota parlemen hanya sekadar petugas partai? Petugas KMP? Petugas untuk mengegolkan kepentingan politik sesaat?

Rasanya sistem politik di Indonesia yang berlaku saat ini makin mengerikan. Makin jauh dari semangat demokrasi. Slogan "suara rakyat suara Golkar", partainya Setya Novanto, makin jauh panggang dari api. Rakyat NTT (mayoritas) menginginkan kepemimpinan Jokowi-JK yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia, khususnya membangun infrastruktur dasar di NTT, sementara Setya Novanto dan Benny Kabur setiap hari cuma main politicking. Tak pernah bicara tentang kepentingan rakyat NTT.

Saat ini isu penjualan manusia, skandal pengerahan TKI di NTT, yang diduga melibatkan oknum aparat, sedang ramai di media massa. Fokus perhatian media massa ke NTT, provinsi paling miskin alias Nusa Tetap Tertinggal. Eh, wakil rakyatnya malah sibuk meminta agar foto presiden dan wakil presiden cukup dipasang di pohon di halaman gedung parlemen. Kalau wakil rakyatnya begini terus, ya, NTT akan tetap jadi NTT: Nasib Tidak Tentu!

2 comments:

  1. Dipajang di pohon-pohon?? Omongan te ada isi...

    ReplyDelete
  2. itu setya novanto kalau bisa diusut dan diselidiki! kok bisa rakyat NTT memilih dia?
    rumah dia saja di NTT dijaga preman! bukan rahasia lagi kalau rakyat NTT yang masih banyak dibawah garis kemiskinan gampang disuap orang dari pulau yang lebih makmur dari Flobamora! sayang sekali, keluguan dan keterbukaan masyarakat Flobamora dipermainkan mereka yang punya lebih banyak duit! (yang ga jelas pula asalnya!) saya harap pemerintah bisa lebih mmperhatikan pendidikan dan kesjahteraan masyarakat NTT Kedepan!

    ReplyDelete