19 December 2014

Keroncong Larasati JTV yang Segar



Musik keroncong dan musik tradisional Indonesia tidak pernah masuk televisi swasta kita. Aneh, pengelola televisi-televisi kita lebih suka menayangkan gosip artis, siaran langsung pernikahan artis yang hedonistis, bahkan menyiarkan persalinan artis. Berjam-jam. Indonesia, khususnya TV-TV swasta, memang mendewa-dewakan artis dan... rating.

"Agamanya televisi kita ya rating," kata Mas Totok, pentolan orkes keroncong di Sidoarjo. Kalau agamanya uang dan rating, maka jangan harap ada siaran keroncong di televisi. Sebab, keroncong tidak menghasilkan rating dan uang.

Syukurlah, TVRI masih aktif menyiarkan Gebyar Keroncong. Itu pun pada jam-jam mati, ketika sebagian besar orang sudah tidur pulas, pada pukul 23.00 atau 00.00 WIB. Teman-teman kita di zona waktu tengah dan timur (Maluku, Papua) benar-benar sudah bermimpi pada jam itu. Masih lumayanlah, ketimbang tidak ada siaran keroncong sama sekali.

Karena sering berkumpul dengan para musisi senior orkes keroncong, saya lumayan menguasai lagu-lagu langgam/keroncong lama. Macam Irama Malam, Rindu Malam, Dewi Murni, Dinda Bestari. Tapi juga mendengar keluhan-keluhan mereka melihat keroncong makin tergusur di Indonesia. Di negara yang dulu menganggap keroncong sebagai musik khas Indonesia, hasil modifikasi dan akulturasi dengan musik Barat.

Syukurlah, belakangan ini saya ikut sumringah melihat program acara di JTV Surabaya: Larasati. Program musik keroncong yang dikemas dengan sangat bagus dari hotel bintang lima. Pemain-pemain musiknya pun muda-muda, sebagian mahasiswa, sebagian baru wisuda. Usia mereka di bawah 25 tahun. Luar biasa!

Saya semula terkejut karena Larasati ini disiarkan pada prime time. Wow, manajemen JTV tentu tahu bahwa acara keroncong yang dibawakan para mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu bakal dapat tempat di hati permirsa. Penyayi-penyanyinya pun cakep, manis, dan masih sangat muda. Belum ada personel orkes keroncong modern ini yang menikah.

"Kami ingin menggairahka kembali keroncong di Jawa Timur. Sayang kalau musik ini tenggelam," ujar Sigit Aji Syafi'i, pimpinan Orkes Keroncong (OK) Kurmunadi, kepada saya.

Nama orkesnya memang Kurmunadi, programnya di JTV bernama Larasati. Banyak permirsa dan warga Surabaya/Sidoarjo yang mengira orkes ini bernama OK Larasati. "Larasati itu nama program dari JTV," kata mahasiswa Unesa asal Trenggalek yang baru lulus itu.

Orkes keroncong ini awalnya dibentuk untuk iseng-seng belaka. Sigit dan kawan-kawan cuma main musik bersama, mencoba mengembangkan teori selama kuliah di jurusan seni musik, FBS Unesa, di Lidah Wetan, Surabaya. "Ketimbang ilmunya cuma untuk dapat nilai, kami bikinlah orkes keroncong," tutur Sigit yang selalu menyisipkan bahasa Jawa halus ini. Rupanya, sebagai orang kulonan, dia tidak enak kalau bicara ngoko atau bahasa Indonesia dengan orang yang baru dikenal seperti saya.

Akhirnya, OK Kurmunadi terbentuk dengan personel delapan orang. Semuanya mahasiswa dan alumni musik Unesa. Penyanyinya dua orang: Diana dan Icha. "Kalau Aulina, Keke, Riri, dan Rischa itu additional singer. Mereka sering diminta kalau ada event-event tertentu," ujar Mas Sigit yang kakeknya pemain keroncong di Trenggalek.

Agar orkes ini beda dengan orkes-orkes keroncong konvensional, Sigit dan teman-teman sepakat merombak aransemen standar. Keroncong yang selama ini didominasi rhythm dikurangi. Akor-akornya diperkaya. Aransemen musik pun selalu ditulis. Sigitlah yang mengaransemen lagu-lagu keroncong lama dan lagu-lagu pop baru yang dikeroncongkan oleh OK Kurmunadi.

"Lama-lama saya ndak kuat bikin aransemen 10 lagu untuk Larasati JTV. Makanya, saya bagi tugas kepada teman-teman untuk bikin aransemen. Kebetulan semua pemain kami bisa bikin aransemen dan menulis partitur," tutur Sigit.

Namanya juga mahasiswa jurusan musik, penampilan OK Kurmunadi di JTV pun terlihat akademis dan segar. Semua pemusik baca partitur kayak konser musik klasik, sementara penyanyi-penyanyinya segar, muda, modis, enak dipandang. Suasana kafe di halaman hotel bintang lima yang keren semakin mengangkat derajat musik keroncong.

Menurut Sigit, acara musik keroncong di JTV ini dikemas sedemikian rupa agar bisa merangkul anak-anak muda di bawah 20 tahun yang tidak pernah mendengar musik keroncong. Karena itu, setiap minggu mereka memainkan lagu-lagu yang tengah hits. Misalnya, Sandiwara Cinta, Selimut Tetangga, atau Sakitnya Tuh di Sini. Tapi tetap ada 1-3 lagu-lagu keroncong lama macam Bengawan Solo atau Bunga Anggrek agar tidak kehilangan roh keroncong asli.

"Kami hanya mengembangkan kekayaan musik yang sudah diolah para senior kita tempo doeloe dengan gaya baru. Tapi sentuhan keroncong harus tetap ada," kata Sigit.

Rupanya, kerja keras nan kreatif dari Sigit dan kawan-kawan mulai menunjukkan hasil. Program Larasati di JTV makin dapat tempat meskipun pada saat bersamaan televisi-televisi Jakarta menanyangkan artis-artis pop papan atas. Dan lihatlah di Youtube, rekaman acara Larasati JTV ternyata ditonton ribuan orang.

Selamat untuk Mas Sigit dan kawan-kawan! Paling tidak sudah bisa memperpanjang napas dan detak jantung musik keroncong di Indonesia.

26 comments:

  1. Saya suka keroncong. Kehadiran Larasati bisa jadi pengobat kerinduan pada keroncong yang mendayu-dayu. Tapi saya belum pernah dengar Pak Hurek menyenandungkan lagu keroncong he.. he.

    ReplyDelete
  2. hehehe... duu sering kumpul sama pemain2 keroncong di pasar seni sidoarjo, kemudian orkesnya buyar. salam budaya.

    ReplyDelete
  3. mantap... semoga musik keroncong disukai lagi.

    ReplyDelete
  4. mungkin perlu ada festival keroncong remaja dgn hadiah besar berskala nasional yg disiarkan televisi nasional tiap tahun. pasti anak2 muda termotivasi untuk belajar nyanyi atau main keroncong. salut untuk Larasati JTV.

    ReplyDelete
  5. Keren tog wees OK Kurmunadi alias Larasati,,,hehehee,.. Boleh donk maen diBlitar,, q ngefans sama kalian,

    ReplyDelete
  6. kalau mau gabung gmn ya??? bisa nggak?

    ReplyDelete
  7. main di hotel bintang lima mana

    ReplyDelete
  8. sy suka tayangan larasati, siiip apik melestarikan budaya dengan tampilan masa kini.
    .

    ReplyDelete
  9. Keroncong Larasati ... sy suka menyejukkan siiip.. tolong jam tayang nya .. di majukan biar tidak terlalu malam . Kalo ikut hadir ..waktu Show... bissa nggak... Thank..

    ReplyDelete
  10. gan link download lagu2 larasati share dong

    ReplyDelete
  11. keroncong memang harus disesuaikan dgn perkembangan jaman, gak bisa stagnan dan mengacu ke pakem lama. salut buat Larasati di JTV yg berhasil meremajakan keroncong.

    ReplyDelete
  12. Hebat . keren. Joozz... Semoga OK kurmunadi semakin jaya...

    ReplyDelete
  13. Anak muda yg sangat berbakat... Jayalah OK kurmunadi

    ReplyDelete
  14. Musik keroncong modern memang sangat menggoda penggemar keroncong sejagat.......semoga OK Larasti berkibar terus, untuk membangkitkan selera penghobbi keroncong

    ReplyDelete
  15. Ngefans sama vokalis yang namanya Riri, boleh minta akun twitternya ? Terimakasih

    ReplyDelete
  16. ok kurmunadi itu inspirasi saya tuk ngebentuk keroncong muda (anak SMP n SMA) di lampung ... hampir 2 tahun groub saya (ok muaz) berjalan ... Hidup Keroncong !!!

    ReplyDelete
  17. ok kurmunadi itu inspirasi saya tuk ngebentuk keroncong muda (anak SMP n SMA) di lampung dan hampir 2 tahun saya (ok muaz) berjalan n mendapat respek yg baik di masyarakat ... hidup KERONCONG !!!

    ReplyDelete
  18. Terimakasih atas dukungan dan doanya,
    semoga generasi muda penerus bangsa ini tidak lupa akan budaya warisan leluhur kita.
    Salam hangat dari keluarga OK.Kurmunadi��

    ReplyDelete
  19. Boleh minta C.P yg bs dihubungi? Aku alumnus FIP unesa punya rencana mau undang OK kurmunadi (larasati) nih

    ReplyDelete
  20. OK Kurmunadi (Telp:081553110000 - 082257314181)

    @Larasati_Jtv di @JTV_rek ;) Instagram @kurmunadi
    kurmunadi.blogspot.com

    ReplyDelete
  21. Saya nge fans sama mbak venny yang nyanyi lagunya iwan fals yang terlupakan. Ada info fanspage.nya gak?? Bagi infonya mbak venny donk. Saya ngefans berat

    ReplyDelete
  22. Cara gabung untuk vocal gimana ya?

    ReplyDelete
  23. Gan, gimana ya cara gabung untuk vocal???

    ReplyDelete
  24. suka dengan acara ini
    kemarin secara gak sengaja jam prime time lihat hitamku andra the backbone di bawakan dengan sangat manis oleh OK kurmundi. arrangement lagu keroncong yang cepat paling saya suka dengarnya dari pada yang mendayu2 bikin ngantuk

    sukses JTV larasati

    ReplyDelete