17 December 2014

Kenangan Natal di Dusun Kecil

Revolusi internet, khususnya Youtube, mengubah banyak sekali kebiasaan kita. Termasuk kebiasaan orang-orang Kristen (lawas) memburu kaset-kaset dan CD lagu-lagu Natal setiap akhir November atau awal Desember. Lagu-lagunya sih dari dulu sama saja. Tapi aransemen, penyanyi, dan kemasannya beda.

Saya sendiri sudah lupa kapan terakhir membeli kaset Natal. Mungkin kaset/CD Mariah Carey. Gaya menyanyi si Mariah ini unik sekali. Lagu-lagu Natal yang sederhana itu dibuat keriting dan rumit. Melodi asli atau istilah paduan suaranya cantus firmus (CF) sering tenggelam. Tapi asyik!

Setelah itu sebagian besar toko kaset/CD di Surabaya tutup. Termasuk Aquarius, toko kaset yang dulu paling terkenal, di dekat Gereja Katedral Surabaya itu. Hilangnya toko kaset/CD, kita punya mainan baru yang jauh lebih dahsyat: Youtube. Cukup mengetik Christmas atau Natal, kita langsung menemukan ribuan, bahkan jutaan lagu/musik Natal yang ciamik soro.

Kehadiran Youtube juga sekaligus menyadarkan kita, khususnya saya, betapa sedikitnya referensi kita tentang musik. Mulai jazz, pop, blues, rock, dan sebagainya. Dulu, sebelum ada Youtube, kita merasa tahu banyak lagu-lagu Natal dari masa ke masa. 

Eh, setelah ada Youtube, sadarlah saya bahwa referensi orang Indonesia itu sebetulnya masih jauh di bawah 1%. Terlalu banyak musik bagus dari Amerika, Eropa, dan ratusan negara lain yang tadinya kita tidak tahu akhirnya jadi tahu. Youtube juga menunjukkan kepada kita secara detail betapa banyaknya lagu-lagu Indonesia yang ternyata jiplakan dari Barat sana. Saya juga jadi sadar, berkat Youtube, bahwa orang Barat itu ternyata membuat album Natal versi apa pun dengan sangat serius. Tidak asal jadi.

Lantas, apa perlunya memburu CD/VCD Natal di Indonesia? Cukup nyalakan komputer, masuk ke Youtube, dan silakan dinikmati sampai puas. Batasannya cuma pulsa. Habis pulsa, isi lagi, dengar lagi. 

Pagi ini, saya coba-coba mengetes kehebatan Youtube. Saya ketik: Kenangan Natal di Dusun Kecil. Lagu Natal lama yang dibawakan Charles Hutagalung. Lagu berirama country ini begitu populer di kawasan Indonesia Timur sejak 1980-an sampai sekarang. Popularitasnya tidak kalah dengan Malam Kudus, Adeste Fideles, Jingle Bells, dan sejenisnya. Wow... Youtube ternyata punya koleksi ratusan video lagu pop Natal lawas ini. 

Saya pun menikmati suara mendiang Charles Hutagalung yang khas. Ada suara bocah Liza Tansil (kalau tidak salah), ada puisi sederhana. Dulu, ketika saya bocah di dusun kecil di pinggir pantai Laut Flores, NTT, para perantau sering memutar lagu ini keras-keras. Anak-anak kampung asyik menguping dan menghafal lagu ini. Liriknya sangat menyentuh orang-orang NTT yang sebagian besar merantau ke Malaysia atau Jawa.

Jauh di dusun yang kecil, di situ rumahku
Lama sudah kutinggalkan, aku rindu
Tahun tahun tlah berlalu, menambah rinduku
Nantikan kedatanganku dusunku

Kuingin mengulang lagi
Kenangan masa kecilku
Kenangan hari natal yang bahagia
Kunyalakan lilin lilin
Kunyalakan lenteraku
Kenangan natal di dusun yang kecil


Saya pun senyum sendiri membaca komentar di bawah video Charles Hutagalung itu. Kok seperti mewakili pendapat saya juga? Hehehe...

Yulia Agustine: "Dengar lagu ini.. selalu teringat saat Natal di kampungku,, 23 tahun tak pernah pulang Natal bersama keluarga... oh sangat rindu,,, suasana Natal di kampung....... hmmm kapan yaaa."

Novian Cliff: "Aku inget banget waktu kecil papaku suka setel lagu ini ketika natal telah akan datang... sungguh kenangan yang indah.. thanks papa walau kau telah tiada."


MANS LANGODAY: "TERINGAT AKAN NATAL DIMASA KECIL DI LEWOLEBA, BERSAMA KEDUA ORANGTUA,ADIK-ADIK DAN SAHABATKU."

Juita Tobi: "Hampir 10 tahun tak pernah merayakan Natal bersama orang Tua, rindu kampung halaman ku ..! Tuhan Lindungilah mereka semua kiranya kami akan berkumpul kembali untuk menyambut Hari Kelahiran-MU."

No comments:

Post a Comment