16 November 2014

Mengenal Kampung Kristen di Jawa Timur

GKJW Mlaten di Desa Wonomelati, Krembung, Sidoarjo.

Umat Kristen di Jawa Timur memang sangat minoritas. Namun, di beberapa tempat ada kampung (pedukuhan) atau desa yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen Protestan. Kampung-kampung Kristen ini kemudian dikenal sebagai sentra Kristen Jawi Wetan (GKJW). Yakni, gereja beraliran Protestan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Seperti dikutip Mas Dhani di majalah Jaya Baya, Surabaya, kampung atau pedukuhan kristiani di Jawa Timur itu ada 41. Dulu memang benar-benar kampung Kristen. Namun, seiring perjalanan waktu, kampung itu berkembang menjadi Bhinneka Tunggal Ika. Artinya, agama yang dianut penduduk bukan lagi cuma Kristen, tapi juga Islam dan sebagainya.


Desa Kristen paling tua adalah Ngoro dan Mojowarno di Kabupaten Jombang. Mojowarno dikenal sebagai cikal bakal GKJW. Sampai saat ini ada bangunan gereja antik di Mojowarno, Jombang. 


Pendeta Handoyomarno dalam buku Benih yang Tumbuh VII, 1976, mengungkapkan bahwa hutan (alas) Ngoro dibuka tahun 1827. Kemudian jemaat nasrani awal babat alas Kracil, sekitar enam kilometer dari Ngoro, pada 1847. Nah, jemaat dari Mojowarno inilah yang kemudian berkeliling wilayah Jawa Timur untuk membuka perkampungan baru. 


Ada yang babat alas di kaki Gunung Kawi, jadi Desa Peniwen, di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Masih di Malang, ada Desa Suwaru, Sitiarjo, Rowotrate, Tambakasri, kemudian Pujiharjo, dan Tempursari.


Di kawasan Tempursari, Kabupaten Lumajang, desa-desa nasrani ala GKJW dibuka pada 1900-an, yaitu Tunjungrejo. Di Kabupaten Jember ada kampung Sidomulyo, Sidoreno, Sidorejo, dan Rejoagung. Di kawasan Banyuwangi dan Situbondo ada Desa Purwodadi, Purwosari, Tulungrejo, Wonorejo, dan Ranurejo.


Di Jombang muncul pedukuhan kristiani lain: Kertorejo dan Bongsorejo. Di Mojokerto ada Segaran (Dlangu). Di Sidoarjo: Mlaten dan Sidokare. Kampung dan pasamuhan Sidokare, dekat stasiun kereta api, kemudian pindah ke kawasan Luwung, Kecamatan Balongbendo, dan sebagian di Desa Wonomlati, Kecamatan Krembung. Karena itu, di Sidoarjo ada dua gereja tua, yakni GKJW Mlaten dan GKJW Luwung.


Para leluhur GKJW juga babat alas di Maron (Blitar), Tumpuk (Tulungagung), Segaran, Sindurejo, Sidorejo, Sambirejo, Tunglur, Jatiwringin, Wonoasri (Kediri), Aditoya (Nganjuk), Ketanggung, dan Wotgalih (Ngawi).


Salah satu kampung Kristen yang usianya sudah di atas 100 tahun adalah Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, sekitar 21 km dari Kota Kediri. Jemaat Kristen di sini dirintis pada 1862.


Sih Handoyo Djoar, tokoh Segaran, mengungkapkan kampung ini dibuka orang Kristen asal Mojowarno yang tinggal di kampung Purworejo dan Sindurejo (sebelah selatan Pare, dekat Wates), dipimpin Kiai Silvanus. Pemimpin umat Kristen zaman dulu memang biasa disebut kiai.


Meski kampung nasrani ini sudah ada sejak 1861-1862, pasamuwan atau jemaat GKJW baru diresmikan pada 9 Oktober 1887. Saat ini GKJW Segaran tercatat memiliki 2.711 jemaat (849 keluarga). Kepala desanya, Teguh Priyono Djoar, yang juga warga GKJW.

No comments:

Post a Comment