15 November 2014

Ketagihan Misa Malam Minggu

Sudah lama saya ketagihan ikut misa Sabtu petang atau malam Minggu di Surabaya dan Sidoarjo. Selain karena Minggu pagi sering ada kegiatan komunitas seperti sepeda sehat, car free day, saya kebetulan dapat jatah libur hari Sabtu. Maka Sabtu petang, pukul 17.00 atau 17.30, harus dimanfaatkan untuk ke gereja.

Satu jam lalu saya misa di Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi, Surabaya. Pastor yang memimpin misa Romo Kris Kia Anen SVD, romo asal Flores Timur, NTT. Khotbahnya membahas perumpamaan tentang talenta: ada yang dapat 5 talenta, 2, dan 1 talenta. Kupasan Romo Kris cukup menarik meski tanpa humor.

Di musim kemarau seperti ini, Surabaya panasnya bukan main. Lebih panas daripada tahun lalu. Dan tidak jelas kapan hujannya. Padahal di daerah-daerah lain sudah mulai hujan deras + banjir. Jam enam pagi pun suhu udara di Surabaya sudah panas banget.

Maka bisa dibayangkan kalau kita ke gereja pukul 07.00 atau pukul 09.00 pagi. Apalagi tidak dapat tempat di dalam sehingga harus duduk di luar. Gerahnya jelas luar biasa! Ini juga menjadi alasan saya mengapa selalu ke gereja malam Minggu dan bukan Minggu pagi. Lebih gawat lagi kalau ikut misa bahasa Inggris di Redemptor Mundi, Dukuh Kupang, yang dimulai jam 10.00. Di dalam gereja sih sejuk, ada AC, tapi di jalan pulang pasti mandi keringat.

Bagi orang-orang kampung asal NTT, khususnya Flores Timur dan Lembata, yang mayoritas Katolik, misa Sabtu malam ini cukup aneh. Misa kok hari Sabtu? Butir ketiga dari 10 perintah Tuhan itu kan menyebut kuduskan hari Tuhan, ya hari Minggu? Karena itu, di daerah saya di pelosok Lembata tidak dikenal misa atau perayaan ekaristi hari Sabtu.

Sampai sekarang pun tidak ada misa Sabtu malam di Pulau Lembata, NTT. "Perdebatan soal ini sudah selesai sejak 1980an. Argumentasi teologis dan tradisi Katoliknya sudah selesai," kata kenalan yang bekas siswa seminari.

Intinya, boleh misa Sabtu tapi harus sesudah matahari tenggelam. Bukan Sabtu pagi atau Sabtu siang. Kalau misa Sabtu pagi atau siang ya statusnya sama dengan misa harian. Bukan misa resmi hari Minggu. Begitu penjelasan teman yang asli Flores itu.

Misa malam Minggu juga hanya dilakukan di gereja-gereja yang umatnya begitu banyak sehingga sulit diakomodasi semuanya di hari Minggu. Kalau umatnya sedikit ya cukup misa satu atau dua kali di hari Ahad. Alasannya harus betul-betul kuat.

Apa pun dalilnya, bagi saya, misa malam Minggu ini, di Surabaya, jauh lebih nyaman. Setelah misa, cuaca di halaman gereja dan tempat parkir, terasa sejuk. Umat yang ikut misa pun tak sepadat Minggu pagi misa kedua. Kita dijamin dapat tempat duduk. Bahkan, banyak tempat kosong.

Sisi negatifnya, saking seringnya misa Sabtu malam, saya jadi makin malas kalau harus ke gereja hari Minggu pagi atau siang. Minggu malam sih tetap nyaman. Hari Minggu bahkan sudah saya anggap sebagai hari jalan sehat, sepeda santai, senam masal, atau car free day!

No comments:

Post a Comment