19 November 2014

JK tidak pro angkutan publik

Miris membaca pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla di koran pagi ini. JK enteng saja menanggapi aksi mogok massal Organda merespon kenaikan harga bahan bakar minyak. Kenaikan harga bensin dan solar memang membuat pengusaha angkutan publik yang tergabung dalam Organda menjerit. Mereka menganggap pemerintah tidak pro transportasi massal.

Di koran, JK bilang begini: "... angkutan darat sudah tidak diminati penumpang. Sekarang banyak orang yang sudah memiliki kendaraan pribadi."

Faktanya memang begitu. Sudah lama sekali angkutan publik merana di Indonesia. Jangankan di Jawa, di pelosok NTT sekalipun angkutan umum tidak diminati. Orang lebih suka naik sepeda motor. Atau, naik ojek motor ke mana-mana. Beda dengan tahun 1980-an dan 1990-an yang sangat marak angkutan umum meskipun sangat sederhana. Kondisi di Jawa jauh lebih parah. Sebagian besar keluarga punya motor atau mobil.

Tapi, sebagai wakil presiden, JK mestinya tidak bicara njeplak seperti ini. Tokoh yang paling getol mencabut subsidi BBM ini seharusnya bikin kebijakan untuk memperbaiki kondisi angkutan publik yang sangat buruk itu. Bagaimana membuat puluhan juta pengguna kendaraan pribadi itu beralih ke angkutan massal. Termasuk bus-bus umum yang dikelola Organda.

Pernyataan JK, yang sebelumnya sudah jadi wapres pendamping Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, jelas tidak sejalan dengan program pemerintah-pemerintah daerah untuk membenahi angkutan massal. Pemkot Surabaya lagi getol memperbaiki angkutan massal. DKI Jakarta bahkan lebih dulu maju dengan bus Transjakarta.

Bahkan, Ahok sejak lama berencana makin mempersulit ruang gerak pengguna mobil dan motor. Tujuannya, jutaan pengguna kendaraan pribadi itu beralih ke angkutan massal. Jika jutaan pengguna kendaraan pribadi ramai-ramai naik kendaraan publik, bisa dibayangkan penghematan BBM di negara ini.

Sayang, Pak JK terkesan meremehkan Organda yang sudah lama membantu pemerintah untuk menyelenggarakan transportasi publik. JK malah terkesan lebih pro kendaraan pribadi yang bikin jalan macet dan telah membuat konsumsi BBM kita tidak karuan itu.

Semoga saja koran-koran salah kutip omongan JK!

No comments:

Post a Comment