23 November 2014

Jejak Sekolah Tionghoa di Sepanjang Sidoarjo



Tak banyak orang yang tahu kalau dulu di kawasan Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, ada sekolah Tionghoa dan kompleks kelenteng yang megah. Zhonghua Xuexie, nama sekolah setingkat SD itu, akhirnya ditutup rezim Orde Baru (Orba) selepas peristiwa Gerakan 30 September 1965.

"Sekolah Tionghoa Sepanjang itu sekarang jadi SMP Muhammadiyah 2 Taman. Kelentengnya juga ada di situ," tutur Lie Tjin Sam, salah satu alumnus Sekolah Tionghoa Sepanjang, Sidoarjo. Pria 77 tahun ini kemudian memperlihatkan foto para siswa Sekolah Tionghoa Sepanjang berpose di depan kompleks sekolah pada 6 Desember 1951.

Seperti sekolah-sekolah Tionghoa yang lain, menurut Tjin Sam, Zhonghua Xuexie didirikan oleh perhimpunan warga Tionghoa untuk menampung anak-anak Tionghoa. Sebab, saat itu sebagian besar warga Tionghoa di Indonesia belum menjadi warga negara Indonesia. Meski tinggal di seberang lautan, mereka masih dianggap warga negara Tiongkok. Karena itu, anak-anak Tionghoa tidak mungkin bersekolah di sekolah umum atau nasional.

"Tapi, yang menarik, di Sekolah Tionghoa Sepanjang ini ada anak Jawa. Saya tahu anak itu meskipun dia di kelas lain," kata pria peranakan Tionghoa-Bali yang kini lebih dikenal dengan nama Samsu Arliyanto itu.

Sistem pendidikannya, menurut dia, kombinasi antara kurikulum di Tiongkok daratan dan pendidikan Indonesia. Bahasa Mandarin tetap menjadi bahasa pengantar utama. Bahasa Indonesia, sejarah Indonesia, maupun adat istiadat Indonesia pun tidak ketinggalan.

"Di kelas empat ada pelajaran bahasa Inggris. Gurunya sangat disiplin sehingga teman-teman bisa menguasai bahasa Inggris dengan cepat," ujarnya. Tjin Sam sendiri fasih beberapa bahasa asing seperti bahasa Inggris, Belanda, dan Mandarin.

Menurut Tjin Sam, hubungan antara warga Tionghoa dan pribumi di kawasan Sepanjang, Taman, dan sekitarnya pada era 1950-an dan 1960-an itu sangat baik. Warga Tionghoa mencari nafkah dengan membuka toko di sepanjang jalan raya, pasar, hingga di dalam gang.

Tjin Sam ketika muda suka blusukan ke mana-mana dengan kamera andalannya. Karena itulah, pria yang juga penasihat komunitas motor tua ini punya begitu banyak koleksi suasana Kecamatan Taman, Sidoarjo, tempo doeloe.

No comments:

Post a Comment