27 November 2014

Dagelan Timnas di Piala AFF 2014

Dagelan atau lawakan itu membuat orang tertawa. Tapi dagelan tim nasional sepak bola di Piala AFF 2014 ini justru membuat kita sedih. Geleng-geleng kepala. Aneh bin ajaib!

Bagaimana mungkin pemain-pemain bola terbaik Indonesia, timnas senior, begitu konyol saat melawan Filipina? Kalah 4 gol tanpa balas sih biasa. Tapi melihat gol ketiga itu, penonton televisi pasti sulit mengerti. Apakah pemain-pemain timnas tidak paham aturan, law of the game yang dikeluarkan FIFA? Atau, sengaja bikin dagelan di lapangan?

Dagelan konyol itu adalah backpass. Semua pemain bola, bahkan orang awam yang biasa nonton bola, pasti tahu bahwa bola yang dioper teman sendiri haram ditangkap kiper. Penjaga gawang tidak boleh menyentuh bola backpass dengan tangan. Silakan pakai kaki, kepala, badan, bokong, atau bagian tubuh mana saja asalkan bukan tangan.

Lha, kok Kurnia Meiga, kiper timnas asli Arek Malang (Arema) malah menangkap bola backpass. Sudah bertahun-tahun saya menonton Liga Inggris, Italia, Spanyol, Jerman, Piala Dunia, Piala Eropa... juga Liga Indonesia di televisi. Dari ratusan pertandingan ini belum pernah terjadi kasus kiper konyol menangkap bola backpass! Dan baru kali inilah saya melihat kiper timnas Indonesia, nomor punggung 1, membuat kekonyolan itu.

Lebih konyol lagi, ketika hukuman tendangan bebas dilakukan di dalam kotak penalti, pemain-pemain bukannya membuat pagar betis, menutup gawang, malah bengong. Lucunya lagi, si kiper keluar dari gawang, berada di dekat bola, dan memunggungi penendang dari Filipina. Gawang dibiarkan kosong melompong.

Ya, jelas saja bola masuk dengan mulus. Ini hakikatnya sama dengan own goal, sengaja bikin gol bunuh diri, tapi secara halus. "Kelihatan sekali kalau pemain Indonesia itu bodoh-bodoh. Tidak tahu law of the game," kata Jimmy Napitupulu, mantan wasit FIFA asal Indonesia.

Proses terjadinya gol pertama dari titik penalti pun berbau dagelan. Lucu tapi bikin kita jenggel. Bola yang sangat aman, jauh dari gawang, dekat garis pinggir lapangan, malah diarahkan ke tengah. Ke area yang dekat penyerang Filipina. Jelas saja bola itu diserobot sehingga pemain belakang timnas keteran. Jelas penalti dan gol!

Petang itu Indonesia kalah segalanya. Fisik, teknik, semangat... semuanya. Cara bermain Indonesia yang tanpa gairah, konyol, memberi banyak umpan untuk lawan kok mirip banget sepak bola gajah.

Jangan-jangan....
Jangan-jangan...
Jangan-jangan...

No comments:

Post a Comment