21 November 2014

Akhirnya, hujan turun lagi

Musim kemarau tahun 2014 ini teriknya luar biasa. Surabaya dari dulu dikenal sebagai kota yang panas, sumuk, dengan debu-debu ramai beterbangan. Tapi tahun ini panasnya minta ampun.

Oktober yang zaman dulu menjadi awal musim hujan justru menjadi puncak kepanasan di Surabaya dan sekitarnya. Tanaman-tanaman mati kekeringan. Ternak pun kekurangan air. Warga Buncitan, Sedati, terpaksa membeli air jerikenan karena sumur mengering.

"Semua tanaman penghijauan mati," kata Syaiful, pemelihara Candi Tawangalun di Buncitan, Sedati. Kebakaran pun sempat menimpa padang rumput seluas belasan hektare di kawasan tambak itu.

Lalu, kapan mulai musim hujan? Pertanyaan klasik ini sering ditanyakan wartawan kepada petugas BMKG Juanda di Sedati, Sidoarjo. Dan, seperti biasa, jawaban dan penjelasan BMKG tidak jelas. Itu memang bukan salah BMKG, tapi iklim dunia yang sudah tidak teratur lagi. Sulit diramal seperti sebelum tahun 2000an.

Lha, ramalan BMKG itu lebih sering meleset! Bumi makin tua, makin tandus, makin penuh, makin polutif, sehingga climate change benar-benar menimpa umat manusia. Maka, umat manusia perlu sama-sama action untuk menyelamatkan bumi yang sama ini.

Syukurlah, masih dalam suasana hari pahlawan, Surabaya dan sekitarnya mulai mendung. Tapi gak hujan-hujan. Sementara di televisi kita melihat beberapa daerah malah sudah kebanjiran. Ada foto sebuah kampung di Jakarta yang tenggelam gara-gara banjir dahsyat. Lalu kapan Surabaya dikirimi hujan sama yang empunya alam semesta?

Sabtu 15 November 2014, ketika hendak menonton konser Ari Lasso dan Ahmad Dhani bertajuk Simfoni untuk Negeri, tiba-tiba turun hujan. Belum deras tapi lumayan untuk melarutkan debu-debu yang beterbangan selama enam bulan terakhir. Berhenti sejenak, lalu turun hujan yang lebih deras.

Alhamdulillah! Meskipun tak jadi nonton Ari Lasso, saya benar-benar bersyukur kepada Tuhan. Puas! Akhirnya, Surabaya kebagian jatah hujan dari sang Pencipta.

Musim hujan sudah tiba? Belum tentu juga. Kayaknya baru pemanasan menjelang musim hujan yang sebenarnya. Saat yang tepat untuk bersiap diri agar tidak kelelep selama seminggu seperti yang dialami warga Bangah, Sawotratap, Gedangan, Waru, dan Taman di Kabupaten Sidoarjo bagian utara beberapa waktu lalu.

No comments:

Post a Comment