28 October 2014

Tantangan Menteri Saleh Husin dari NTT



Ada satu orang NTT (Nusa Tenggara Timur) di kabinet kerja Jokowi-JK. Namanya Saleh Husin, menteri perindustrian. Sebagai orang NTT, saya senang karena provinsi kecil yang dianggap terbelakang ini punya wakil di pemerintahan.

Sayang, posisinya di perindustrian kayaknya kurang tepat. Presiden Jokowi sepertinya kesulitan menemukan posisi yang pas untuk politikus Hanura ini. Saleh Husin tak punya rekam jejak yang kuat di dunia industri. Lha, kok dipasang di situ?

Kalau memang harus orag Hanura, mengapa Pak Wiranto tidak menyodorkan nama-nama lain yang cocok di industri dan perdagangan? Tapi, begitulah, menyusun kabinet yang harus kompromi, sarat kepentingan, tarik-menarik, memang tidak gampang. Maka, Saleh Husin pun masuk dengan segala kontroversi, khususnya dari pelaku industri.


Saleh Husin yang politisi tulen kayaknya lebih cocok di posisi menteri desa dan pembangunan daerah tertinggal. Sebab, Saleh ini berasal dari Pulau Rote, pulau terluar paling selatan Indonesia, dekat Australia. Satu pulau dengan Obbie Messakh, pencipta lagu pop lawas yang pernah sangat terkenal di industri musik.

Dari Kupang ke Pulau Rote, butuh waktu 2-3 jam dengan kapal laut. Itu pun jadwalnya tidak jelas. Ombaknya pun cukup besar. Karena itu, Rote-Ndao dan Sabu-Raijua sering dianggap sebagai pulau terpencil di NTT meskipun dulu masuk Kabupaten Kupang. Jarang mendapat perhatian pemerintah. Infrastrukturnya payah. Karena itu, setelah reformasi, dibuatlah dua kabupaten baru: Kabupaten Rote-Ndao dan Kabupaten Sabu-Raijua.

Di balik posisinya yang terpencil, Pulau Rote punya daya tarik paling besar di NTT. Mengapa? Gadis-gadisnya dianggap paling cantik di NTT, rambut lurus, kulitnya tidak gelap. Betapa senangnya laki-laki Flores jika bisa mempersunting nona manis dari Pulau Rote. Tapi harga yang harus dibayar terlalu besar: belisnya yang mahal dan... harus ikut agama si nona: jadi Protestan! Sangat sulit melobi si nona ikut Katolik.

Nah, Saleh Husin ini memang politisi yang gigih. Gencar banget sosialisasi untuk mengambil hati pemilih di NTT bagian selatan yang mayoritas kristiani. Pak Saleh beragama Islam. Kerja keras, ngotot, pasang baliho paling banyak, bikin turnamen sepak bola antarkampung... membuat dia lolos terus ke Senayan. Dan jadi orang penting di Partai Hanura.

Pengangkatan Saleh Husin sebagai menteri perindustrian ini mengingatkan saya pada Dr Sonny Keraf yang ditunjuk Presiden Megawati Soekarnoputra sebagai menteri lingkungan hidup. Sonny Keraf berasal dari Pulau Lembata, juga pulau kecil yang lumayan terpencil di NTT. Begitu diumumkan Pak Sonny paling banyak diserang karena dianggap tidak punya rekam jejak di bidang lingkungan hidup.

"Kok dosen filsafat jadi menteri lingkungan hidup? Aneh!" begitu kecaman saat itu.

Tapi, dalam perjalanan waktu, kritikan mereda seiring kinerja Sonny Keraf yang tidak jelek-jelek amat. Sonny bisa belajar cepat, memahami kementerian yang dipimpinnya, dan bisa membuat kebijakan yang strategis di bidang lingkungan hidup. Termasuk tegas pada perusahaan-perusahaan yang dianggap merusak lingkungan.

Sinisme terhadap Menteri Saleh Husin pun harus dijawab dengan kerja, kerja, kerja, kerja.

2 comments:

  1. semoga Saleh Husin menjadikan NTT terkenal karena kemampuan kerja kerasnya

    ReplyDelete
  2. Ngomong2 Pak Saleh Husin lho yang memperhatikan nasib Kusrin, si perakit TV yang dizolimi hahahha. Saya bilang Pak Saleh Husin itu kerjanya ga keliatan cuman dia itu ada hati untuk bekerja. Salut untuk beliau.

    ReplyDelete