29 October 2014

Revolusi Batik Presiden Jokowi

Sejak kampanye Joko Widodo berkali-kali bicara soal revolusi mental. Maksudnya? Perlu pembahasan yang panjang lebar karena masalah mental ini memang abstrak. Rakyat kecil tahunya hal-hal konkret seperti harga sembako murah, berobat tidak perlu bayar, biaya sekolah anak murah, bahkan gratis.

Saking abstraknya, revolusi mental ini mulai dilupakan orang. Rakyat mulai ngeh dengan gebrakan Jokowi saat membacakan nama-nama menteri kabinet kerja Ahad petang. Semua calon menteri pakai baju putih, bawahan hitam. Presiden dan wapres pun begitu.

Pemandangan yang sangat biasa, merakyat, mirip mahasiswa baru yang sedang ospek. Semua pakai baju putih karena memang hampir semua orang memilikinya. Begitu pula celana hitam. Dus, tidak perlu beli jas atau meminjam setelan jas dari teman atau tetangga.

Revolusi busana pejabat benar-benar kentara saat para menteri dilantik kemarin, 27 Oktober 2014. Semua pakai batik. Jokowi-JK pakai batik. Baju yang sudah jadi dress code wajib setiap Jumat di semua kantor pemerintah dan swasta dalam dua tahun terakhir.

Dari dulu kita sudah mendengar banyak wacana tentang baju batik, gaya hidup sederhana, tapi berakar pada budaya bangsa. Jokowi tak banyak bicara tapi langsung kasih contoh. Benar-benar revolusi mental di bidang busana pejabat.

Di awal kemerdekaan, ketika republik masih serba kekurangan, Presiden Soekarno dan menteri-menterinya pakai setelan jas. Para pejabat pada era 1950an dan 1960an, seperti kita lihat di buku-buku, juga selalu pakai setelan jas di acara-acara resmi. Presiden Soeharto sejak kabinet ampera hingga kabinet pembangunan terakhir jelang lengser pun pakai setelan jas yang dianggap busana formal, resmi.

Apalagi Presiden SBY yang dikenal paling teliti menjaga penampilan. Busananya jas, kata-kata dan bahasa tubuhnya sangat formal.

Syukurlah, kali ini kita ditakdirkan untuk punya Presiden Jokowi yang lain dari lain. Tak punya retorika yang hebat ala SBY, apalagi Bung Karno, Jokowi justru langsung menggebrak dengan dress code baju batik dan kemeja putih bawahan hitam. Inilah revolusi mental yang konkret. Mengamalkan butir ketiga Trisakti: berkepribadian di bidang budaya!

Mudah-mudahan Presiden Jokowi tidak diinterpelasi koalisi merah putih di DPR karena membongkar kebiasaan lama yang sudah berakar sejak 1945 itu!


Sent from my BlackBerry

No comments:

Post a Comment