03 October 2014

Koalisi Kurawa Kepung Jokowi

Koalisi Prabowo tidak layak disebut koalisi merah putih. Manuver-manuver mereka sudah kebablasan, menghalalkan cara, kasar, tunamoral, demi ambisi politik sektarian dan golongan. Bukan demi merah putih.

Koalisi Prabowo rasanya sulit dihentikan di parlemen. Suara PDIP, PKB, Nasdem, Hanura masih jauh di bawah koalisi Prabowo + Demokrat. Karena itu, koalisi ini bisa melakukan apa saja yang dia mau.

Mungkinkah Jokowi-Jusuf Kalla bertahan? Di atas kertas, dengan sistem presidensial, mestinya presiden RI tidak bisa dijatuhkan oleh DPR. Tidak bisa di-impeachment kecuali melakukan pelanggaran konstitusional yang sangat fatal. Tapi, kalau koalisi Prabowo sudah punya mau, siapa yang bisa menghadang?

Bisa saja koalisi Prabowo bikin undang-undang atau apalah namanya secara mendadak yang isinya membatalkan Jokowi sebagai presiden. UU itu kemudian dibawa ke sidang paripurna untuk divoting. Bisa ditebak, PDIP dkk akan walkout sehingga koalisi Prabowo menang mudah.

Lalu, koalisi Prabowo bikin amandemen UUD 1945 secara kilat yang isinya mengembalikan pemilihan presiden ke MPR. Siapa yang keberatan? Rakyat? PKB? PDIP? Ya, voting saja. Pasti koalisi Prabowo yang menang. Maka, koalisi itu secara aklamasi menetapkan Prabowo sebagai presiden.

Ah, jangan-jangan presiden yang dilantik tangga 20 Oktober 2014 mendatang bukan Jokowi tapi Prabowo! Kalau semuanya main voting, ngotot-ngototan, pokoke, ya koalisi Prabowo mahakuasa. Bisa melakukan apa saja di Indonesia ini.

Setelah menguasai ketua dan wakil ketua DPR RI, koalisi Prabowo akan merebut semua ketua komisi dan posisi-posisi lain di dewan. MPR juga direbut 100 persen. Selanjutnya gubernur, bupati, wali kota.

Apakah kepala desa, lurah, ketua RT/RW juga harus dipegang koalisi Prabowo? Bisa saja. Kalau tidak setuju ya voting aja. Beres.

"Demokrasi itu artinya mengikuti kemauan mayoritas. Yang minoritas tidak usah protes. Walkout silakan!" begitu antara lain ucapan Nenek Popong Otje. Anggota koalisi Prabowo, dari Golkar ini memimpin sidang paripurna DPR RI kemarin dengan begitu jeleknya. Lebih jelek daripada rapat OSIS anak SMP di luar Jawa.

Joko Widodo, jika jadi dilantik sebagai presiden RI, bakal menghadapi ujian yang sangat berat dari kurawa-kurawa politik di parlemen. Dan, jika koalisi kurawa ini tetap solid, tetap doyan voting, suka memaksakan kehendak, menghalalkan segala cara, rasanya Jokowi tidak akan bertahan lama. Kecuali Jokowi itu benar-benar titisan Pandawa yang mampu meredam kekuatan angkara murka yang luar biasa.

2 comments:

  1. aq juga pesimis melihat jokowi bertahan 5 tahun. bisa tahan 1 tahun aja kayaknya berat banget melawan koalisi merah putih yg tidak akan mau melihat jokowi sukses.

    ReplyDelete
  2. Jokowi dan Megawati kan dianggap penghianat dari kacamata gerindra... tentu saja mereka tidak akan tinggal diam , apalgi merea berkuasa di parlemen sekarang

    ReplyDelete