10 October 2014

Indonesia U-19 mengecewakan

Sejak dibantai di Brunei Darussalam, saya kehilangan kepercayaan pada tim nasional Indonesia U-19. Saya melihat timnas yang dilatih Indra Sjafri ini punya banyak sekali kelemahan dan celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Sebagian besar penggemar bola pun pesimistis Evan Dimas dkk bisa tampil bagus di Myanmar.
Indra boleh saja berdalih penampilan sangat buruk timnas U19 di Brunei hanya sekadar uji coba. Bukan timnas sesungguhnya. Penampilan timnas yang sesungguhnya itu di Yangon.

Sayang, klaim Indra yang juga membawa timnas beruji coba lawan Barcelona B dan Real Madrid B beberapa waktu lalu itu tidak terbukti di lapangan. Beberapa menit lalu timnas U19 jadi bulan-bulanan Uzbekistan. Kalah 3-1.

Skor 3-1 sih tidak begitu mencolok. Beda dengan 5-0, 7-1 atau 8-0. Tapi, melihat penampilan anak-anak Garuda Jaya di Stadion Yangon tadi (10 Oktober 2014), saya hanya bisa ngelus dada. Nyaris tidak ada yang bisa kita banggakan. Nyaris tidak ada manuver-manuver pemain yang ciamik seperti saat tampil gemilang di Sidoarjo dan Jakarta tahun lalu.

Evan Dimas gagal jadi playmaker. Umpan-umpan salah melulu. Lini tengah macet. Main kasar yang tidak perlu sehingga dihukum sepakan penalti. Membiarkan penyerang Uzbekistan bebas sehingga terjadi gol pertama. Dan masih banyak kelemahan lagi.

Semua kelemahan ini juga kita lihat saat uji coba di Brunei Darussalam. Lha, sama Brunei saja kalah, apalagi lawan Uzbekistan yang level bolanya di atas Asia Tenggara?

Inilah saatnya untuk menghentikan euforia berlebihan terhadap Garuda Jaya. Bahwa timnas Indonesia memang perlu banyak berbenah kalau ingin berbicara lebih jauh di level Asia. Gak usah mimpi dulu deh main di Piala Dunia jika masih kalah sama Brunei Darussalam.

No comments:

Post a Comment