22 October 2014

Guruh dan Titiek main HP

Ada foto menarik di Jawa Pos halaman dua edisi Rabu 22 Oktober 2014. Dua anak mantan presiden yang sama-sama anggota DPR RI berada di ruang sidang paripurna. Begitu dekat jarak antara Guruh Soekarnoputra dan Titik Soeharto itu.

Tapi tak ada percakapan di antara mereka. Guruh dan Titik sama-sama sibuk memelototi HP masing-masing. "Titik dan Guruh berbincang di sela rapat paripurna DPR yang membahas penetapan anggota kelengkapan DPR kemarin," tulis caption Jawa Pos.

Hehehe.... Berbincang apa? Pembuat caption itu rupanya kurang teliti memperhatikan foto yang dijepret Mustafa Ramli. Atau, mungkin ingin meledek kebiasaan lama anggota dewan yang dalam 10 tahun ini sangat doyan main ponsel di sidang-sidang resmi.

Yang pasti, foto Guruh dan Titik main ponsel, juga seorang anggota dewan di samping Guruh, sekali lagi menggembarkan revolusi digital yang telah mengubah pergaulan antarmanusia. HP, tablet, BB, atau apa pun namanya, telah menjadi bagian dari hidup manusia hari ini. Menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh!

Katakanlah Guruh sedang chatting dengan X di Pondok Indah. Dua jam kemudian, saat bertemu muka, bisa dipastikan tak ada omong-omong di antara mereka. Karena si Guruh dan si X akan chatting dengan teman yang jauh lagi.

Guruh, adik kandung Megawati Soekarnoputri, pentolan PDIP, bukannya memanfaatkan waktu luang itu untuk omong-omong santai dengan Titik, petinggi Golkar, putri Pak Harto, sekadar lobi atawa mencairkan suasana. Ngobrol untuk meluluhkan kebekukan koalisi Prabowo yang masih ingin menguasai semua komisi dan alat kelengkapan DPR lainnya.

Jangan lupa, Mas Guruh, Mbak Titik itu mantan istri Prabowo Subianto, calon presiden sekaligus orang nomor satu di koalisi oposisi alias koalisi merah putih. Meskipun sudah bercerai, hubungan Titik dengan Prabowo sebetulnya masih cukup harmonis. Sebab, mantan pasutri ini punya seorang putra yang menjadi tanggung jawab bersama.

Kalau saja Titik dilobi, kemudian menghubungi Pak Prabowo, rasanya PDIP tidak akan kalah telak 5-0 atau 8-0 seperti sekarang. Sayang, politikus dan seniman sekaliber Guruh Soekarnoputra malah lebih asyik main HP. Yah, pantas aja kalau koalisi pimpinan PDIP itu kalah melulu.


Sent from my BlackBerry

No comments:

Post a Comment