02 October 2014

Dompetku yang hilang akhirnya kembali

Malam Minggu lalu saya membuntuti mobil patroli TNI ke kawasan Bungurasih, Sidoarjo. Pasti ada razia narkoba dan miras. Tak lama kemudian mobil patroli Polsek Waru menyusul. Memang benar ada razia di beberapa kafe dan pub di samping Terminal Bungurasih.

Sayang, malam itu tak ada tangkapan. Nihil. Aparat keamanan tak menemukan narkoba atau senjata tajam. Saya yang capek istirahat di samping Ramayana. Sambil minum es kola. Semilir angin malam yang sejuk membuat saya tertidur.

Saya kemudian buru-buru pulang. Tak sadar kalau dompet ketinggalan. Saya baru sadar kehilangan dompet setelah di rumah. Pasti di Bungurasih, waktu tiduran tadi. Maka, saya cepat-cepat balik dan bertanya kepada dua pemilik warung di dekat tempat istirahat tadi.

"Nggak ada yang nemu dompet," kata Mas di warung tengah. "Saya juga gak tahu," ujar Mas lain di warung pinggir.

"Insya Allah, kalau ada yang menu pasti kembali. Percayalah," kata Mas di tengah itu.

Mudah-mudahan saja. Saya pun berdoa lebih lama dari biasanya. Khas orang kepepet yang ingin minta bantuan Tuhan. Oh Tuhan, kasihilah hamba-Mu yang berdosa ini! Lalu saya berdoa rosario 60 kali Salam Maria. Kebiasaan yang sudah lama tidak saya jalani.

Saya sudah menganggap dompet itu ketinggalan karena keteledoran saya sendiri. Hukuman yang wajar. Maka saya buru-buru menelepon Halo BCA untuk memblokir rekening. "Senin saya akan lapor ke Polsek Waru," pikir saya.

Laporan kehilangan ini penting untuk mengurus SIM, STNK, KTP, kartu pers, dan beberapa kartu penting lainnya macam ATM. Betapa repotnya kalau harus mengurus surat-surat itu. Butuh banyak waktu dan uang... kalau ingin cepat.

Nah, ketika hendak ke kantor polisi, saya ingat kata-kata pemilik warung di Ramayana yang biasa jualan bir itu. "Insya Allah, ketemu," katanya. Mungkinkan Tuhan mendengar saya? Masih adakah orang baik di tempat rawan kejahatan macam Bungurasih?

Saya pun menunda dulu ke kantor polisi. Siapa tahu ada yang menelepon saya!

Benar saja. Malamnya ada telepon masuk. Ternyata yang nelepon Mas Okta, warga Gedangan, Sidoarjo. "Saya menemukan dompetnya Mas di Bungurasih," katanya. "Masih utuh kok," tambahnya.

Wow... Puji Tuhan! Betapa hatiku bergirang mendengar kata-kata Mas Okta yang ternyata biasa cangkurukan di situ. Lalu kami janjian ketemu di SPBU Aloha, Gedangan. "Matur nuwun Mas Okta. Terima kasih buanyaak," kata saya sambil menjabat tangannya erat-erat.

Saya cek ternyata semuanya utuh. Duit, kartu macam-macam lengkap. Sayang, ATM sudah telanjur saya blokir. Apa boleh buat, saya hanya bisa memberikan duit yang masih ada di dalam dompet. Saya sisakan sedikit untuk beli bensin karena saya tak punya uang tunai di badan.

Benar-benar plong hatiku. Saya pun bersyukur kepada Tuhan atas mukjizat ini. Gak nyangka kalau dompet beserta isinya bisa kembali lagi. Tangan Tuhan bekerja melalui Okta, pemuda 20-an tahun yang baik hati.

Pelajaran penting: Jangan lupa menyimpan beberapa kartu nama lengkap dengan nomor ponsel, email, di dalam dompet kita! Bila perlu kartu nama itu juga dipasang di balik SIM, KTP, atau STNK.

Okta bisa kontak saya dengan mudah karena ada kartu namaku di dalam dompet. Bukan apa-apa. Alamatku di KTP dan SIM sudah berbeda dengan alamat sekarang.

No comments:

Post a Comment