16 September 2014

Pesta Kue Bulan Ajang Cari Jodoh

Pesta kue bulan atau mooncake festival berlangsung sederhana di Sidoarjo. Ada kue bulan yang manis, teh pahit, lagu-lagu oriental, tapi suasana pestanya tidak ada. Perayaan tradisional Tionghoa setiap purnama kedelapan ini lebih kental suasana religius.

"Dimensi spiritual inilah yang sering dilupakan orang Tionghoa," kata Njoo Tiong Ho, rohaniwan Buddhis Tionghoa, yang memimpin upacara kue bulan di Pondok Jati, Sidoarjo.

Malam itu Pak Njoo bicara panjang lebar tentang sejarah pesta bulan purnama ala Tiongkok itu. Dia manfaatkan kesempatan ini untuk bicara soal perjodohan. Alasannya, sang Dewi Bulan juga dianggap sebagai dewanya muda-mudi yang hendak mencari pasangan hidup.

Di zaman yang canggih ini, menurut Pak Njoo, metodologi untuk mencari jodoh sudah sangat berbeda dengan zaman engkong-engkong dulu. Muda-mudi jauh lebih bebas, cari jodoh sendiri, tak mau dijodohkan orang tua. Banyak pula yang cari kenalan di internet, kopi darat, jadian, lalu menikah.

Ada yang bahagia, langgeng, tapi banyak juga yang cepat bubar. Easy come easy go! "Kita, para orang tua, sering mengabaikan urusan jodoh anak-anak. Cuek saja. Ini jelas orang tua yang tidak bertanggung jawab," kata pria yang juga biasa disapa Pak Nugroho itu.

Mengutip sutra berbahasa Tionghoa, Pak Njoo bilang jodoh yang ideal itu sudah ditentukan Sang Pencipta jauh-jauh hari sebelumnya. Sang Dewi Bulan dari Tiongkok tentu tahu siapa yang bakal berjodoh dengan si A, si B, si Y. "Makanya, kita harus banyak berdoa dan meditasi," kata sang pendeta ahli barongsai itu.

Rupanya Pak Njoo memanfaatkan acara Tiong Ciu Jie ini untuk mengingatkan umatnya, Tionghoa Buddhis, agar memilih pasangan hidup yang seiman atau sedarma. Menikah dengan pasangan seiman jauh lebih aman daripada yang tidak seiman. Wong dengan seiman saja sering bubrah kok cari yang tidak seiman!

Bagaimana kalau sulit cari yang seiman? "Berdoa, berdoa, meditasi, meditasi... berusaha. Mudah-mudahan dapat penerangan sempurna dari sang Dewi Bulan," katanya.

No comments:

Post a Comment