08 September 2014

Bundaran Aloha Gedangan Makin Semrawut

Hotel Delta Permai, Aloha, Gedangan, Sidoarjo, yang tutup sejak 2009. Hotel kelas melati, 54 kamar, ini pernah sangat diminati baik kamarnya, ruang rapat/seminar, maupun aulanya yang luas. 


Mengapa Hotel Delta Permai di Bundaran Aloha, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, persis di akses masuk dan keluar Bandara Juanda bangkrut? Mengapa pula beberapa restoran dan usaha lain di kawasan yang seharusnya strategis itu juga gulung tikar? Saat ini praktis hanya pom bensin alias SPBU yang laris manis. Mana ada pom bensin yang gak laku?

Nah, saat cangkrukan di samping bekas Hotel Delta Permai siang tadi, saya pun nyeletuk sekenanya. Kata suhu-suhu yang mendalami ilmu Tiongkok kuno, kata saya sok tahu astrologi, fengshui Bundaran Aloha (dan bundaran-bundaran lain) memang tidak cocok untuk usaha. Usaha apa saja sulit jalan kecuali itu tadi: SPBU.

Bundaran Aloha yang masuk wilayah Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, ini melanggar hampir semua pantangan fengsui. Lokasinya tusuk sate alias huruf T dari dua arah sekaligus. Dekat sekali dengan rel kereta api. Kemudian bukan saja dekat bundaran jalan, malah berada di tengah bundaran itu sendiri.

"Tanpa harus jadi ahli fengshui pun kita semua tahu bahwa Bundaran Aloha itu tidak strategis," ujar saya dalam diskusi dadakan bersama beberapa teman baru. Saya cukup lama tinggal d dekat Bundaran Aloha, tetangganya Sawotratap, sehingga sedikit banyak saya merasakan setiap hari betapa kacaunya arus lalu lintas di situ.

Bayangkan, arus lalu lintas yang ramai dari Surabaya tiba-tiba dipotong kendaraan yang memutar dan menyeberang ke Jalan Raya Juanda. Kendaraan-kendaraan yang keluar dari Juanda dan hendak memutar ke arah Surabaya (U-turn) pun harus disundul kendaraan-kendaraan dari utara.

Sebaliknya, arus lalu lintas yang padat dari arah selatan (Sidoarjo) juga harus mandek gara-gara kendaraan yang memutar ke Surabaya. Kemudian muncul kendaraan-kendaraan dari dalam kampung Sawotratap yang bisa langsung ke Surabaya atau crossing ke Bundaran Aloha untuk langsung ke Sidoarjo atau menyeberang ke Jalan Raya Juanda.

Keruwetan Bundaran Aloha ini bahkan melebihi Bundaran Waru. Bedanya, orang Surabaya sadar kalau Bundaran Waru itu fengshuinya buruk sehingga tidak ada tempat usaha atau satu pun bangunan di situ. Yang ada cuma ruang terbuka hijau atau taman yang luas sebagai paru-paru kota. Dan seharusnya memang demikian.

Sebaliknya, Bundaran Aloha di Gedangan, Sidoarjo, yang merupakan lahan milik TNI AL, yang sama-sama ruwetnya dengan Bundaran Waru malah (dulu) dibangun cukup banyak tempat usaha. Ada hotel, restoran, ballroom, pom bensin, mini market, toko-toko, servis mobil, jual beli mobil bekas, warung, furniture, dan beberapa lagi.

Hotel Delta Permai yang sempat berjaya sebelum tahun 2000-an kini tinggal nama. Begitu pula restoran yang diresmikan Gubernur Jawa Timur Wahono pada 2 Juli 1985 saat ini nyaris tak berbentuk lagi. Yang ada cuma patung udang dan bandeng lambang Kabupaten Sidoarjo.

"Katanya sih (tanah ini) mau disewakan. Tapi saya tidak tahu jelasnya seperti apa," ujar seorang petugas dari Pangkalan Udara TNI AL Juanda.

Mangkraknya lahan strategis di pintu keluar Bandara Internasional Juanda ini sudah lama menjadi bahan pembahasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sebagai tuan rumah, pemkab rupanya risi juga melihat bangunan-bangunan tua yang mangkrak ketika penumpang-penmpang dari Bandara Juanda hendak memutar ke Surabaya. Pemandangannya sangat jelek. Apalagi untuk Kabupaten Sidoarjo yang baru saja meraih kembali Piala Adipura.

Di depan situ ada foto Bupati Saiful Ilah menerima Piala Adipura dari Wapres Boediono, sementara di belakangnya terlihat bangunan-bangunan tua yang dibiarkan mengkrak selama bertahun-tahun. Jeleknya lagi, setiap malam kawasan Bundaran Aloha yang gelap itu jadi tempat mangkal waria pekerja seks.

"Kami dari dulu ingin membenahi Bundaran Aloha sebagai ruang terbuka hijau. Tapi masih sulit terwujud karena lahan itu milik TNI AL," kata Bachrul Amig, kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Sidoarjo.

Kita belum tahu pendekatan macam apa lagi yang akan dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk menata Bundaran Aloha, Gedangan. Yang pasti, arus lalu lintas di kawasan itu tergolong paling kacau dan semrawut di Jawa Timur. Itu pun sudah lumayan baik ketimbang ketika Hotel Delta Permai, beberapa restoran, dan toko suvenir masih berjaya di kawasan itu.




5 comments:

  1. Aloha itu pulau jalan (TRAFFIC ISLAND), sehingga pasti lalu lintas ramai mengelilingi kawasan itu. masuknya susah, keluarnya juga harus hati2 krn kendaraan overload di sekitaran juanda. suwun

    ReplyDelete
  2. Bgmn dgn Rumah Makan Aloha?

    ReplyDelete
    Replies
    1. rumah makan itu juga lokasinya sama2 di tempat yg ruwet, paling semrawut di kabupaten sidoarjo. tapi dia punya pelanggan yg setia dari dulu. makan enak di situ, keluar ke sidoarjo or surabaya langsung disambut keruwetan lalu lintas yg luar biasa, yg dibiarkan ruwet selama bertahun2.

      Delete
  3. di Aloha Gedangan memang banyak tusuk satenya... strategis tapi sumber macet.

    ReplyDelete
  4. Ya, dulu tempat makan ini laris manis bejubel sampe antri-antri. Aku sendiri cukup sering kesana tapi makin lama, makin jarang.. karena ada banyak tempat makan lain disekitar Juanda. Hingga akhirnya aku tahu, resto ini tutup karena sepi pengunjung.

    Tapi, beberapa tahun belakangan ini, si Aloha mencoba bangkit kembali dengan membangun gedung baru disebelah restorannya yang lama:


    Will I come back there? Absolutely not.

    ReplyDelete