30 August 2014

Uang seribu triliun dan redenominasi



Setengah jam lalu saya baca Jawa Pos. Di halaman satu ada berita berjudul JOKOWI BUTUH SERIBU TRILIUN RUPIAH PER TAHUN. Uang sebanyak itu untuk mewujudkan janji-janji alias kecap kampanyenya beberapa waktu lalu.

Sambil nggowes di pagi buta, saya bayangkan angka seribu triliun. Berapa nol? Kalau juta 6 nol, miliar 9 nol, triliun 12 nol, maka seribu triliun mestinya 15 nol. Yakni 12 + 3 nol (seribu). Kalau ditulis angka jadinya Rp 1000.000.000.000.000.

Sejak dulu saya memang heran dengan sebutan Rp 1000 triliun ini. Namanya apa? Kalau seribu juta disebut miliar, seribu miliar disebut triliun... seribu triliun namanya apa? Saya tanya beberapa mantan redaktur senior tapi tak berjawab.

"Angkanya terlalu banyak. Tempo dulu kami tidak punya bayangan bahwa suatu ketika uang Indonesia jadi beranak pinak nolnya seperti ini. Dulu, sebelum tahun 1980, uang satu juta rupiah itu buanyaaak banget," kata Pak Huang. Dulu, mantan redaktur koran Tionghoa ini biasa bergelut dengan berita-berita investasi dengan duit segede gajah bengkak.

"Kalau angka di atasnya triliun namanya apa?" kejar saya. "Nggak tahulah. Anda bisa cari di kamus, barangkali ada," katanya.

Di kamus bahasa Indonesia belum ada? "Yah, tugasnya redaktur bahasa untuk menciptakan istilah baru yang masuk akal dan bisa diterima semua orang," katanya bijak.

Banyaknya nol dalam rupiah kita ini, menurut Huang, merupakan cermin dari inflasi yang tinggi. Nilai rupiah jadi begitu rendahnya dibandingkan tahun 70an. Uang seribu pada 1970an nilainya mungkin sudah mendekati satu juta sekarang.

"Makanya, dulu ada istilah jutawan untuk menyebut orang kaya. Sekarang semua orang Indonesia adalah jutawan. Upah minimum buruh pabrik saja rata-rata di atas Rp 2 juta," katanya. Horeee! Semua orang Indonesia ternyata jutawan. Wartawan lawas yang juga akupunkturis itu ketawa ngakak.

Daripada kita pusing mencari istilah untuk seribu triliun (15 nol), belum lagi sejuta triliun (18 nol), kata Huang Laoshi, lebih baik pemerintah segera mencoret 3 nol di mata uang rupiah. Redenominasi! Dengan begitu, uang satu juta jadi seribu, satu miliar jadi satu juta. Seribu jadi satu rupiah.

Sayang, momentum hari kemerdekaan 17 Agustus 2014 lalu tidak dimanfaatkan oleh pemerintah. Bukannya menerbitkan rupiah redenominasi, potong 3 nol, yang muncul adalah uang NKRI.

Jangan-jangan suatu ketika semua rakyat Indonesia jadi miliarder. Bukan karena kaya raya, tapi karena nilai uang sejuta melorot jadi satu miliar.

No comments:

Post a Comment