25 August 2014

Suka hari Senin karena Dahlan Iskan

Sebagian orang membenci hari Senin. I hate monday, begitu ungkapan terkenal. Maklum, sudah enak-enak libur dua hari (ada yang cuma sehari), pesiar, santai, harus kerja lagi. Ngantor lagi. Kembali ke roda rutinitas yang terkadang mekanis.

Syukurlah, di Surabaya, setiap Senin tulisan Pak Dahlan Iskan selalu muncul di halaman 1 setiap Senin. Catatan khas big boss Jawa Pos yang menjabat menteri BUMN ini dikenal sebagai MF: Hanufacturing Hope. Meskipun jadi pejabat mulai dirut PLN, kemudian menteri BUMN, Pak Dahlan tak pernah berhenti menulis catatan atau laporan jurnalistik yang sangat khas.

Sejak SMA saya sudah terbius oleh tulisan-tulisan Dahlan Iskan. Tulisannya asyik, renyah, bernas, ada guyon maton dan semacam humor kering, serta bikin orang ketagihan. Pembaca Jawa Pos di Jawa Timur, yang sudah ketagihan catatan Dahlan Iskan, biasanya menunggu-nunggu dengan penuh harap tulisan terbaru Dahlan Iskan.

"Saya sering hanya membaca tulisannya Pak Dahlan thok. Berita-berita atau artikel lain di koran saya lewatkan saja," kata Pak Bambang Sujiyono (almarhum), seniman Surabaya yang juga pernah memimpin beberapa media cetak, kepada saya suatu ketika.

Saya pun sependapat dengan Pak Bambang. Pak Bambang yang lain di Sidoarjo, juga sudah almarhum, juga seniman, Pak Bambang Haryadjie, pun sejak dulu memuji-muji kualitas tulisan Dahlan Iskan.

"Belum ada wartawan di Jatim yang tulisannya selevel dengan Dahlan. Ada empat lima wartawan tapi hanya mendekati saja," kata Pak Bambang Haryadjie. Almarhum ini pelukis terkenal dan pernah jadi koresponden Jawa Pos pada era Kembang Jepun 167. Saat Jawa Pos masih koran kecil yang belum punya pengaruh.

Pak Toto, juga seniman dan bekas wartawan, juga bilang begitu. Pak Huda yang pengusaha, bikin banyak buku, juga punya penilaian yang sama. Bahkan pengurus kelenteng, warga Tionghoa di Surabaya, pun sama. "Saya selalu menunggu tulisan Pak Dahlan. Ciamik soro," kata Bu Yuli, pengurus kelenteng terkenal.

Begitulah. Maka, saya pun selalu menunggu datangnya hari Senin. Pagi-pagi buta saat bersepeda saya langsung membeli koran Jawa Pos yang masih hangat. Si penjual masih cari uang kembaian, saya sudah sibuk melahap kolom Dahlan Iskan di bagian paling atas. Wow, benar kata beberapa pengusaha Tionghoa itu: ciamik soro! Makin dibaca makin ketagihan!

Gara-gara Pak Dahlan Iskan yang tetap rajin menulis kolom, meskipun sibuk dengan setumpuk agenda sebagai menteri BUMN, kini Senin menjadi hari yang sangat menyenangkan. Istilah "I hate Monday" sudah tidak tepat lagi. Yang benar: I love Monday... karena Dahlan Iskan!

2 comments:

  1. suka banget sama tulisannya Pak Hurek, out of the box dan mengalir :D

    ReplyDelete
  2. bener, tulisan2 pak dahlan iskan memang enak dibaca dan inspiratif. gayanya yg bertutur dan mengalir itu tidak lepas dari pengalaman panjangnya sebagai wartawan majalah TEMPO sebelum mengambil alih Jawa Pos. Gaya Dahlan Iskan itu yg kemudian diadopsi semua media2 Jawa Pos Group tapi sulit menemukan penulis yg sekaliber Dahlan Iskan. itu benar2 bakat dari Atas.

    ReplyDelete