26 August 2014

Incheon Choir Perfek Nyanyikan Siksik Sibatumanikam



Tidak lama lagi akan ada pesta Asian Games di Incheon, Korea Selatan. Kota yang tidak begitu terkenal buat sebagian besar orang Indonesia. Tapi, bagi aktivis paduan suara, nama Incheon ini sangat harum karena kota ini punya kor atau paduan suara (choir) kelas dunia. Namanya Incheon City Chorale.

Incheon City Chorale ini sangat terkenal karena kualitas vokal dan penampilan penyanyinya. Sopran dan alto manis-manis dan kuning-kuning. Tidak ada yang gelap dan jelek. Itu yang saya perhatikan di YouTube. Cara menyanyinya oke, dengan blending yang sangat rapi. Kualitas rekaman di YouTube pun paling bagus dibandingkan kor-kor lain dari Asia. Apalagi Indonesia.

Paduan Suara Kota Incheon semakin terkenal justru setelah membawakan SIKSIK SIBATUMANIKAN, lagu tradisional dari Batak, Sumatera Utara. Orang yang pernah aktif di paduan suara (juga vocal group) sekolah, kampus, gereja, komunitas, atau instansi apa pun pasti kenal lagu ini. Lagu unik yang sering jadi pemanasan sebelum latihan utama.

Saya sendiri pernah membuat semacam aransemen ringan lagu Siksik Sibatumanikam dan Sigulempong (juga lagu Batak) untuk lomba vocal group antar-Mudika di Paroki Santo Yusuf Jember, Jawa Timur. Dikocok dengan aransemen gaya apa pun, lagu Siksik Batumanikam ini selalu enak. Apalagi kalau penyanyi-penyanyinya memang berkualitas di atas rata-rata.

Saya juga sering melihat paduan suara di Jawa Timur membawakan Siksik Sibatumanikam dalam berbagai lomba, festival, atau konser. Siksik memang lagu favorit di Indonesia. Di YouTube jauh lebih banyak lagi paduan suara yang membawakan Siksik. Termasuk beberapa paduan suara dari luar Indonesia macam Incheon City Chorale, Korea Selatan, ini.

Begitu mendengar dan melihat penampilan awak kor asal Incheon, wuih... benar-benar beda. Luar biasa! Baru kali ini saya mendengar dan melihat paduan suara yang membawakan lagu Siksik Sibatumanikam dengan kualitas tingkat tinggi. Jauh lebih baik daripada kor-kor Indonesia. Jauh lebih baik dengan paduan suara asal Tapanuli alias Batak sendiri.

Dipimpin dirigen Prof Yoon Hakwon, Incheon City Choir, Korea Selatan, ini membawakan Siksik Sibatumanikam yang aransemennya ditulis Pontas Purba, seniman musik asli Batak yang tinggal di Jakarta. Aransemennya Pontas Purba ini memang sangat laris di Indonesia. Dan pasti makin laris, dicari hampir semua paduan suara, setelah melihat Incheon Choir di YouTube.

Formatnya a capella dengan menonjolkan tiga solis: sopran, alto, dan tenor. Namanya juga a capella, penyanyi-penyanyi lain di sopran, alto, tenor, bas (SATB) bergantian membuat bunyi-bunyian ala instrumental. Musik mulut! Tapi tetap ada homofoninya di mana SATB menyanyi bareng ala paduan suara konvensional.

Rapi, enak, tidak ruwet, rancak! Itulah kesan saya pada aransemen Siksik Sibatumanikam yang digubah Pontas Purba. Di Youtube ada beberapa aransemen Siksik Sibatumanikam yang dibuat terlalu ruwet, dengan harapan lebih canggih dan bagus, tapi hasilnya malah jelek. Nah, Bang Pontas ini membuat ramuan paduan suara SATB alias mixed choir untuk Siksik Sibatumanikam dengan takaran yang pas. Ibarat membuat kopi, dosis bubuk, gula, susu, air... sangat pas.

Awalnya, saya mengira hanya saya yang kagum dengan Incheon City Chorale yang ciamik soro. Belakangan saya tahu bahwa Pontas Purba pun terkejut melihat komposisi garapannya dibawakan dengan sangat bagus oleh kor dari Korea Selatan.

Pontas Purba menulis komentar begini:

"I'm the choir arranger of this song. Bravo! Di antara sangat banyak paduan suara yang menyanyikan lagu ini, menurut saya, paduan suara Korea ini (Incheon) paling rapi dan bersih. Koreografinya memang kurang pas dengan tortor Batak. Tapi, lumayanlah usaha mereka untuk menirukan tortor. Horas!!!"

Siksik sibatumanikam 
diparjoged sormadigottam
dinamanginani 
sibambangkar jula-jula 
sibambangkar jula-jula

2 comments:

  1. Keren sekali ama, baru saja sy nonton videonya..

    Indonesia Harus Bangga nih..

    ReplyDelete
  2. lagu2 batak dan lagu2 daerah di indonesia memang bagus2 dan sangat indah. sayangnya, kita sendiri kurang apresiasi dan justru orang2 luar kayak korsel itu yg membawakannya dgn sempurna. orang malaysia juga sangat senang menyanyikan lagu rasa sayang, sementara kita di indonesia suka lupa dgn lagu2 kita sendiri.

    ReplyDelete