05 July 2014

Kelenteng Cokro gelar buka puasa

Jumat kemarin (4/7/2014), Kelenteng kembali menggelar acara buka puasa. Lebih tepatnya: menyediakan takjil dan makanan buka puasa untuk warga muslim di sekitar Jalan Cokroaminoto 12 Surabaya. Kebiasaan baik ini berlangsung sejak awal reformasi.

Ibu Juliani Pudjiastuti, pengurus kelenteng, mengatakan warga Tionghoa yang biasa sembahyang di Kelenteng Hong San Ko Tee ini ingin berbagi kasih dengan warga kurang mampu yang menjalankan ibadah puasa. Jemaat menyumbang sukarela kemudian dikelola panitia khusus.

"Setiap Jumat kami adakan acara buka puasa bersama. Sekaligus silaturahmi dengan warga di sini," ujar wanita yang tetap energetik meski ke mana-mana pakai kursi roda itu.

Agar aman dan terkendali, meminjam istilah polisi, warga menunjukkan kupon kepada panitia. Lalu duduk manis di halaman kelenteng menunggu bedug magrib sekitar pukul 17.30. Begitu saatnya tiba, mereka antre dengan tertib menerima takjil yang lumayan enak.

Setelah itu menikmati nasi kotak atau nasi bungkus. Menunya standar ala Jawa: lodeh, sedikit daging, telur, tempe. Asyik juga buka puasa bersama wong cilik yang diadakan Bu Juli dan kawan-kawan ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bakti sosial buka puasa ini dilakukan setiap hari Jumat petang. Dus, selama bulan Ramadan ini empat kali baksos. Diakhiri dengan penyerahan bingkisan Lebaran satu dua hari menjelang Idulfitri.

Kegiatan sosial di Kelenteng Cokro selama Ramadan yang digelar secara rutin ini sudah lama dirasakan hasilnya. Hubungan antara masyarakat "pribumi" dan Tionghoa yang berbeda ras plus agama semakin cair.

Kalau dulu orang pribumi segan atau takut datang ke kelenteng, kata Bu Juliani, sekarang justru ramai-ramai datang ketika digelar kegiatan sosial, pengobatan massal, hingga latihan barongsai. Anak-anak pribumi pun antusias berlatih barongsai di kelenteng di tengah Kota Surabaya itu.

"Manusia itu sama saja di hadapan Tuhan. Entah di Jawa, Tionghoa, Batak, Bali, Papua, dan sebagainya. Dan, sebagai sesama ciptaan Tuhan, kita harus saling mengasihi," kata lulusan SPG Santa Maria Surabaya itu.

Setuju! Kamsia!

No comments:

Post a Comment