11 July 2014

Argentina vs Jerman di final Piala Dunia 2014

Argentina belum meyakinkan meski ada si jenius Messi. Mainnya mulai kompak tapi tidak tajam. Lawan Belanda, yang di bawah form, Messi dkk tak bisa berbuat banyak. Masih bagus bisa lolos ke final karena adu penalti.

Jerman menang besar 7-1 lawan Brasil. Tapi tidak bisa dibilang tim panser ini luar biasa. Sebab, Brasil memang lagi berantakan di belakang. Skor yang jomplang jelas memperlihatkan kualitas permainan yang tidak elok. Lain ceritanya kalau skornya 7-6 atau 7-5 atau 7-4.

Kita tentu ingat bagaimana Jerman kesulitan mengalahkan USA, tim yang dianggap pupuk bawang. Selama 90 menit tidak ada gol. Bahkan Jerman beberapa kali nyaris kebobolan. Karena itu, Jerman belum bisa disebut uber allez alias di atas yang lain.

Jerman punya banyak kelemahan. Pelatih Sabela dari Argentina pasti sudah tahu cara meredam operan-operan pemain Jerman dan tusukan ke gawang Romero. Cukup melihat rekaman pertandingan Jerman vs USA, timnas Argentina sudah tahu titik lemah Jerman.

Yang pasti, semifinal kedua kemarin sangat membosankan. Nonton pertandingan bola tanpa gol selama 90 menit + 30 menit jelas sangat menyiksa. Lebih menyiksa lagi melihat pemain-pemain Belanda dan Jerman sudah keok dan terkesan menunggu adu penalti.

Saya paling malas melihat pertandingan bola yang harus ditentukan dengan adu tendangan penalti. Tidak tega melihat pemain-pemain yang kalah. Makanya, begitu ketahuan hasil adu penalti, saya selalu langsung mematikan televisi.

Tapi mau bagaimana lagi? Siapa suruh tidak menang ketika disediakan waktu 120 menit?

Dus, ada baiknya Belanda disingkirkan Belanda lewat adu nasib tendangan 12 pas. Agar lain kali harus menang di waktu normal. Agar Louis van Gaal tidak pongah seakan-akan dialah raja taktik, pelatih terbaik di dunia.

Pertandingan final Argentina vs Jerman naga-naganya tidak akan banjir gol. Kedua kesebelasan akan saling kunci. Sulit mengulangi final Argentina vs Jerman yang luar biasa pada 1986 ketika tim tango diperkuat Diego Maradona dan Jerman punya striker maut macam Rummenige.

Jangan lupa, sepanjang sejarah Piala Dunia belum pernah ada tim Eropa yang juara di Amerika Latin. Argentina yang medioker, kecuali Messi yang super, berpeluang besar mengangkat trofi.


胡rek泗水

No comments:

Post a Comment