05 July 2014

Akal Sehat Putusan MK

Akhirnya, Mahkamah Konstitusi memutuskan pemilihan presiden hanya satu putaran jika kontestannya cuma dua pasangan calon. Putusan ini sangat melegakan karena akal sehat yang dimenangkan. Sebelumnya banyak politisi, pengamat, bahkan hakim konstitusi, dan KPU, ngotot agar pilpres digelar dua putaran.

Pilpres satu putaran, selain sesuai dengan akal sehat, juga pasti lebih murah. Meskipun, harus diakui, ada persoalan sebaran kemenangan capres-cawapres. Bukankah yang kita pilih itu presiden Republik Indonesia dan bukan Republik Jawa?

Memang argumentasi para pendukung pilpres dua putaran, jika sebaran kemenangan di bawah separuh provinsi, juga cukup kuat. Namun, itu hanya berlaku bila peserta pilpres lebih dari dua pasang. Kalau cuma dua pasang, buat apa dua putaran?

Implikasi putusan MK ini justru bagus untuk capres-cawapres. Mereka harus fokus, habis-habisan kampanye di Jawa, karena sebagian besar pemilih tinggal di Jawa. Lebih efektif kampanye total di Jawa Timur yang penduduknya 40 juta daripada NTB yang cuma 4 juta. Atau Gorontalo yang sekitar 2 juta jiwa. Atau NTT yang 5 jutaan.

Rupanya kedua kandidat sudah punya feeling sebelumnya bahwa MK akan memutus satu putaran. Karena itu, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK tak banyak kampanye blusukan di luar Jawa. Yang cuap-cuap di luar Jawa cuma tim sukses baik dari unsur partai atau relawan tertentu.

Apa boleh buat, demokrasi di mana pun memang begitu. Suara mayoritas yang menentukan, bukan minoritas. Karena itu, kita yang berasal dari luar Jawa harus berbesar hati menerima kenyataan bahwa enam provinsi di Pulau Jawa menjadi penentu kemenangan dalam pilpres. Masyarakat di Jawa punya kuantitas dan kualitas dibandingkan luar Jawa.

Ke depan, rasa-rasanya pilpres di Indonesia akan stabil dengan dua pasangan calon. Selain syarat pencalonan lebih ketat, partai-partai lebih pragmatis dan tahu diri. Ketimbang memaksakan capres sendiri yang bisa dipastikan akan kalah, mendingan mendukung capres yang dianggap punya peluang menang besar.

No comments:

Post a Comment