24 June 2014

Timnas Inggris yang medioker

Inggris sudah tersisih dari Piala Dunia 2014 di Brasil. Dan itu sudah diprediksi sejak awal. Dengan materi yang pas-pasan, medioker, tak ada striker kelas dunia, sulit bagi Inggris untuk bicara banyak di tingkat dunia. Bahkan di Piala Eropa saja pun sulit.

Inggris hanya punya Rooney yang lumayan bagus tapi belum bisa disebut kelas dunia. Di level klub okelah. Tapi di level dunia, Rooney tidak akan bisa bicara banyak. Selama ini Rooney hanya jadi pelapis striker kelas dunia di MU.

Sayang juga sebenarnya mengingat Inggris punya liga terbaik dan sangat populer di dunia. Tapi apalah gunanya jika Premier Leage hanya jadi ajang pemain-pemain top dari negara lain untuk merumput? Maka, sulit bagi Inggris untuk membentuk tim nasional yang bisa bicara banyak di Euro atau Piala Dunia.

Cara bermain Inggris di Brasil, di dua pertandingan kemarin, sebetulnya tidak jelek. Pemain-pemain muda bergerak cepat, operan dari kaki ke kaki bagus, tempo sedang hingga cepat. Tapi tidak ada pemain kelas dunia yang bisa memecah kebuntuan. Tidak ada breaker.

Belanda punya Arjen Robben. Uruguay punya Suarez. Italia ada Balotelli. Argentina punya Messi. Belgia punya Hazard. Inggris punya siapa? Tidak ada.

Daniel Sturridge bagus tapi tidak istimewa. Jauh di bawah penyerang-penyerang lawas macam Owen atau Shearer. Siapa pun pelatih Inggris akan kesulitan membentuk timnas Inggris yang bisa menangan di level internasional. Sekadar lolos di penyisihan grup saja susah.

Karena itu, kegagalan Inggris kali ini tidak bisa ditimpakan pada pelatih Roy Hodgson. Mau bagaimana lagi kalau materi pemainnya cuma medioker begitu. Pelatih jenius sekelas Van Gaal, Guadiola, atau Mourinho sekalipun tak akan bisa mengubah pemain-pemain kelas loyang menjadi emas.

Tapi Inggris tidak perlu bersedih. Banggalah dengan Liga Inggris yang makin heboh itu. Piala Dunia serahkan saja kepada negara-negara lain yang selalu punya pemain fenomenal. Dan itu biasanya hanya ada di negara-negara yang punya tradisi balbalan jalanan seperti di Amerika Latin.

Gaya bermain ala street footballer macam Robben atau Hazard di Eropa jelas sebuah pengecualian.

1 comment:

  1. Bung Hurek, tetapi kenapa Jerman tetap bisa bagus? Perancis?

    ReplyDelete