06 June 2014

SBY Lengser, Warga Syiah Tetap Mengungsi


Masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera berakhir. Namun, sampai sekarang belum ada lampu hijau kalau ratusan pengungsi Syiah di Rusun Puspa Agro, Jemundo, Taman, segera dipulangkan ke Sampang.

Ketua Kelompok Kerja Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKBB) Jatim  Johan Avie pesimistis para pengungsi Syiah itu bisa dipulangkan dalam waktu dekat. "Kita hanya bisa mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini," kata Johan Avie dalam sebuah diskusi di Surabaya, Jumat (6/6/2014).

Tahun lalu, menjelang Idul Fitri, Presiden SBY sempat membuat pernyataan bahwa warga Sampang yang berjumlah 200-an orang itu bisa berlebaran di Sampang. Setelah hampir setahun berlalu, tidak ada kemajuan dalam upaya rekonsiliasi.

Johan menegaskan, warga Syiah asal Sampang itu sudah terlalu lama tinggal di Rusun Puspa Agro. Bertetangga dengan ratusan pengungsi asal Afghanistan yang mencari suaka politik.

"Ironis, warga negara Indonesia harus mengungsi di dalam negaranya sendiri karena persoalan keyakinan," katanya.

Sebagai negara Pancasila yang menghormati kemajemukan, Bhinneka Tunggal Ika, menurut Johan, pemerintah seharusnya segera mencari solusi agar warga Sampang itu tidak bertahun-tahun hidup di pengungsian. Tinggal di kampung halaman, meski dengan segala keterbatasan, tetap lebih nyaman ketimbang di rusun.

Seharusnya, menurut Johan, sebelum lengser pada 20 Oktober 2014, masalah pengungsi Syiah ini harus sudah selesai. Namun, melihat perkembangan terakhir, tampaknya sangat sulit. Apalagi, Menteri Agama Suryadharma Ali yang menjadi ketua tim rekonsiliasi baru saja mengundurkan diri karena kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama. (*)

No comments:

Post a Comment