16 June 2014

Salut untuk debat capres 2014



pun kritik dan kekurangannya, debat calon presiden Prabowo Subianto vs Joko Widodo tadi malam patut diapresiasi. Untuk ketiga kalinya kita memasuki era pemilihan presiden langsung yang sangat terbuka dan demokratis.

Mengapa kedua capres tidak saling menyerang? Prabowo malah mendukung ide Jokowi? Memang begitulah kita, orang Indonesia. Pola debat capres yang agresif, konfrontatif, saling ejek rupanya lebih cocok untuk Amerika Serikat. Orang Indonesia punya kultur yang pantang menyerang lawan di muka umum.

Toh, kalau dipikir-pikir, baik Prabowo maupun Jokowi sebetulnya sama-sama satu ideologi. Prabowo mengusung retorika, bahkan pakaian, ala Bung Karno. Jargon-jargon kampanye yang dia pakai pun banyak meniru gaya sang proklamator itu.

Capres Jokowi yang berlatar belakang PDI Perjuangan pun jelas sangat kental dengan Bung Karno. Trisakti, berdikari, dan banyak lagi visi Bung Karno diangkat dalam visi dan misinya.
Jangan lupa, lima tahun lalu Prabowo menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri.

Dan, selama ini PDIP dan Gerindra sama-sama berada di luar pemerintahan Presiden SBY atau biasa disebut oposisi. Meskipun yang namanya oposisi di kita tidak sama persis dengan Partai Republik di USA yang menjadi oposisi Partai Demokrat.

Mengapa saya sangat bangga dan mengapresiasi debat capres dan pilpres langsung ini? Juga pemilu legislatif yang hasilnya melambungkan PDIP dan Gerindra sebagai dua partai oposisi?

Kebetulan siang tadi saya melihat banyak keluarga dari Madura yang nongkrong di Terminal 2 Bandara Juanda. Mereka menjemput keluarga yang jadi TKI di Malaysia. Ingat Malaysia, saya langsung ingat Anwar Ibrahim. Tokoh oposisi Malaysia yang berkali-kali dicokok dan dijebloskan ke penjara oleh penguasa di negara tetangga itu.

Sistem politik Malaysia mirip Orde Baru di Indonesia. Sistem yang didesain sedemikian rupa agar Golkar menang terus dengan persentase di atas 80 persen, bahkan 90 persen. Oposisi ditindas habis-habisan. PPP dan PDI hanya partai papan nama belaka. Jangan pernah bermimpi Golkar kalah pada masa Orde Baru.

Di Malaysia pun sama saja. Jangan berharap UMNO atau Barisan Nasional akan kalah dalam pilihan raya! UMNO dan BN didesain sedemikian rupa agar menang dan selalu menang... sampai kiamat!

Maka, ketika ada potensi partai oposisi atau pembangkang membesar, penguasa yang UMNO itu melakukan segala cara untuk membungkam oposisi. Pak Anwar Ibrahim akan terus ditindas selama dia melawan status quo. Hingga dia bertobat dan kembali ke UMNO.

Karena itu, apa yang terjadi hari ini di Indonesia adalah pencapaian demokrasi yang luar biasa. Kita menyaksikan Partai Demokrat sebagai partai penguasa kalah telak dalam pemilu 9 April 2014. Partai oposisi PDI Perjuangan dan Gerindra melejit sehingga bisa mencalonkan kadernya sebagai calon presiden.

Sungguh tak terbayangkan di masa Orde Baru! Sungguh tak terbayangkan di Malaysia! Di Singapura pun mustahil karena sistem politiknya memang antidemokrasi. Di Thailand bolak-balik kudeta sampai bosan si kaos merah dan kaos kuning. Di Tiongkok hanya satu partai: partai komunis!

Kita bangsa Indonesia memang layak bangga dengan sistem politik yang terbuka dan demokratis ini. Tentu saja masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Yang belum dicapai Indonesia adalah kemakmuran. Sisi inilah yang menjadi bahan olok-olok tetangga kita yang sejak dulu menampung TKI.

Buat apa demokrasi, pilpres langsung, debat capres, pemilu yang bebas, kalau rakyatnya masih miskin? Masih kirim jutaan TKI ke Malaysia? Masih sulit hidup sejahtera? Kekayaan menumpuk di orang-orang tertentu?

Yah, ini memang kenyataan yang kita hadapi. Dan harus diatasi Prabowo atau Jokowi jika terpilih sebagai presiden RI pada 9 Juli 2014. Kalau kemiskinan tetap lestari, lapangan kerja kurang, sehingga harus jadi TKI, ya buat apa demokrasi?

3 comments:

  1. suatu pemimpin itu hareus yang pas ,, kita jangan sampai salah pilih gn ,, karena barang siapa yang di pimpin sama orang yang bukan ahli nya maka tunggu karusakan nya

    ReplyDelete
  2. JEMPOL BUAT ENTE....... SETUJU BANGET TUH

    ReplyDelete
  3. siapapun presidennya nanti semoga indonesia menjadi lebih baik..

    aamiin....
    Wedding Photography Jakarta

    ReplyDelete