15 June 2014

Piala Dunia dan Pilpres

Untung ada Piala Dunia. Untung juga tvOne dan Antv milik Ical menyiarkan secara langsung semua pertandingan menarik itu secara gratis. Untung pula Ical gagal maju pilpres meskipun mendukung habis-habisan pasangan nomor 1 Prabowo-Hatta.
Begitu kickoff Piala Dunia 13 Juni 2014, perhatian orang Indonesia pun beralih ke Brasil. Perhatian terhadap kampanye pemilihan presiden jadi sangat berkurang. Kecuali para tim sukses yang memang kerjanya membuat propaganda, fintah, kampanye hitam, dan sebagainya.

Sebelum Piala Dunia dimulai, televisi-televisi kita habis-habisan melakukan propaganda luar biasa untuk Prabowo-Hatta. Kecuali Metro TV yang banyak menyuarakan Jokowi JK karena pemiliknya memang bos Nasdem. TVOne dan Antv jadi corong Prabowo. Begitu pula RCTI, Global, MNCTV, dan masih banyak lagi.

Saya sampai muak dengan televisi. Syukurlah, Piala Dunia datang pada saat yang sangat tepat. Jualan ketjap nomer satoe di media massa kayaknya tidak lagi menarik. Orang Indonesia yang memang gila bola pun makin tergila-gila dengan Piala Dunia. Apalagi pertandingan Belanda vs Spanyol yang fenomenal itu.

Saya kira kemenangan besar Belanda 5-1 atas Spanyol, taktik Louis van Gaal, lumpuhnya tika taka Spanyol, bakal menjadi topik bahasan yang tak akan habis-habisnya di media massa. Juga warung kopi.

Sepanjang hari tadi saya nguping obrolan di sejumlah tempat cangkrukan di Surabaya dan Sidoarjo. Semuanya membahas Piala Dunia. Khususnya Belanda vs Spanyol. Ada yang bahas Brasil dan Argentina. Pembahasan tentang Prabowo, Jokowi, pilpres malah tidak ada sama sekali.

Syukurlah, Piala Dunia muncul di saat yang tepat. Pesta bola empat tahunan ini juga setidaknya menyelamatkan tvOne dan Antv dari virus propaganda Prabowo-Hatta yang sangat gencar belakangan ini.

Salam balbalan!

No comments:

Post a Comment