08 May 2014

SMP Satu Atap Kepetingan Berjuang Ikut Unas

Ujian nasional (unas) selama empat hari, 5-8 April 2014, bagi siswa SMP Satu Atap, Kepetingan, Buduran, Sidoarjo, penuh dengan perjuangan. Selain harus belajar  keras, berlatih mengerjakan soal, mereka juga harus kos tiga malam di  Sidoarjo.

Hingga saat ini SMP Satu Atap di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, ini  terlalu sedikit untuk menyelenggarakan unas sendiri. "Tahun 2014 ini cuma empat anak yang ikut unas. Denny Ilhamzah, Giovani Bahtiar, Imam Ghozali, dan Siti Fadilah," ujar Muhammad Mujib, kepala SMP Satu Atap Kepetingan, kemarin (4/5/2014).

Sejak didirikan tujuh tahun lalu, jumlah peserta didik di SMP Satu Atap memang sangat minim. Maklum, sekolah yang berada satu kompleks  dengan SDN Sawohan 2 alias SDN Kepetingan ini hanya mengandalkan  pasokan murid dari dua sekolah dasar. Yakni SDN Kepetingan dan SDN  Pucukan (Gebang 2). Kedua sekolah ini rata-rata punya siswa yang  sangat sedikit.

"Empat siswa yang ikut unas ini saja sudah bagus. Dulu, sebelum ada  SMP Satu Atap, anak-anak di Kepetingan dan Pucukan tidak melanjutkan  sekolah ke SMP. Bisa bertahan sampai kelas 6 dan lulus saja sudah  sangat bagus," tutur Mujib.

Nah, karena harus mengikuti unas di SMPN 2 Buduran, empat siswa SMP Satu Atap itu pun mondok di rumah salah seorang guru di Sidoarjo selama empat hari.  Mereka bersama naik perahu dari pantai Kepetingan, kemudian dijemput  sang kepala sekolah. "Harus tinggal di Sidoarjo selama pelaksanaan  unas.

Tidak mungkin naik perahu ke Sidoarjo setiap hari karena sulit  diprediksi ketinggian air. Pasti terlambat karena lama perjalanan  sekitar satu jam. Itu pun kalau lancar. Kalau mesin tiba-tiba mogok  kan susah," katanya.

Bermalam di rumah guru juga memungkinkan anak-anak tambak itu mendapat  bimbingan khusus untuk menghadapi unas esok hari. Dengan jumlah siswa  yang sangat minim, menurut Mujib, sebetulnya anak-anak tambak ini  mendapat pembelajaran intensif layaknya les privat. Mereka bebas  bertanya apa saja. Sang guru pun bisa memberikan kisi-kisi soal dan  kiat-kiat memecahkan soal unas.

"Insya Allah, anak-anak kami bisa  mengikuti unas dengan baik dan lulus dengan nilai yang baik pula," ucapnya. (rek)

No comments:

Post a Comment