01 May 2014

Buruh Sidoarjo di hari buruh

Sudah seminggu lebih jalan raya utama di Sidoarjo, dekat alun-alun, selalu macet. Ratusan buruh pabrik biskuit berkemah di pinggir jalan. Persis di depan kantor sekaligus pabrik itu. Entah kapan unjuk rasa ini berakhir.

Setiap hari polisi mengawal aksi para pekerja itu. Tapi rupanya belum ada solusi hingga peringatan hari buruh. Pemerintah daerah pun rasanya tidak bisa berbuat banyak meskipun 'perkemahan' di pinggir jalan itu sudah mengganggu kenyamanan berlalu lintas.

Dinas tenaga kerja piye? Kemudian pemda yang kantornya cuma terpaut 200 meter. DPRD Sidoarjo di alun-alun itu kelihatannya diam saja. Lalu, apakah para buruh ini harus head to head tiap hari dengan pengusaha? Sama-sama ngotot dengan argumentasinya?

Unjuk rasa berkepanjangan di Jenggolo itu cuma satu contoh kecil yang paling kelihatan karena berlangsung di tengah kota. Sebagai kota pabrik, kota industri, sejak dulu Sidoarjo punya masalah perburuhan paling besar di Jawa Timur. Dari tahun ke tahun masalahnya mirip tapi tak kunjung ada solusi.

Tahun lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari buruh 1 Mei sebagai hari libur nasional saat berkunjung ke Maspion Gedangan, Sidoarjo. Hari buruh ini hendaknya menjadi momentum bagi pemerintah pusat dan daerah untuk duduk bersama dengan elemen buruh dan pengusaha. Mencari jalan terbaik untuk memecahkan masalah kronis ini.

Hari buruh bukan sekadar tanggal merah. Tidak bekerja, mancing, atau santai di rumah. Pemda-pemda justru harus turun menyapa para buruh di kota masing-masing. Bila perlu bikin semacam festival hari buruh dengan berbagai agenda menarik yang bisa dinikmati masyarakat. Sambil terus mencari solusi masalah pekerja alih daya, UMK, jamsostek, pesangonn dsb.

Di negara tetangga macam Malaysia dan Singapura hari buruh pun sejak dulu jadi hari libur nasional. Hari yang diisi pesta rakyat layaknya Lebaran. Pemerintah open house untuk rakyat alias buruh dalam suasana yang hangat.

Di Indonesia, khususnya Surabaya dan Sidoarjo, yang merupakan sentra buruh malah tidak ada event khusus untuk Mayday. Tidak ada statement atau refleksi dari pemerintah daerah soal perburuhan.

Di koran-koran warga diminta tidak melintas di jalan protokol karena ribuan buruh turun ke jalan. Polda Jatim menyiapkan 2500 anggota untuk mengamankan unjuk rasa buruh.

Sementara itu, buruh pabrik biskuit di Sidoarjo tetap berkemah, bikin macet jalan raya. Entah sampai kapan.

Selamat hari buruh!

No comments:

Post a Comment